Kuda Pacu untuk Menembus 10 Besar Dunia

Berkat persiapan matang, program WMP Amway Indonesia mendapat respons yang luar biasa. Promosi dari mulut ke mulut khas MLM menjadi kuncinya. Mampukah terus bertahan?

Kehidupan modern dan kesibukan mengejar materi sering membuat orang melupakan kesehatan. Mengonsumsi makanan seimbang, tidur yang cukup serta olah raga teratur acap hanya sebatas wacana. Padahal, seperti kita tahu, sehat itu mahal.
Pola hidup yang salah itu sering menjadi penyebab timbulnya berbagai gangguan kesehatan. Kelebihan berat badan (obesitas) salah satunya. Padahal, mengatur berat badan yang ideal — dengan pola makan, istirahat dan olah raga yang baik tentunya — merupakan salah satu cara menghindari berbagai gangguan kesehatan tersebut.

Fenomena inilah yang kemudian menjadi salah satu pendorong tumbuhnya industri makanan tambahan (food supplement) dan multivitamin, tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. “Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya kesehatan terus mengalami peningkatan,” ungkap Koen Verheyen, Presiden Direktur PT Amway Indonesia (AI).

Koen tidak asal bunyi. Di jagat industri makanan tambahan AI memang bukan pemain baru. Meski menggunakan pola multi level marketing (MLM) dalam pemasaran produknya, salah satu produk mereka, Nutrilite, sangat dikenal masyarakat. Bahkan, Nutrilite merupakan penyumbang terbesar bagi total pendapatan AI. “Dari tahun ke tahun penjualan Nutrilite terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Melihat gejala tersebut, AI pun merespons dengan meluncurkan program manajemen berat badan yang disebut Nutrilite Weight Management Program (WMP). Koen menjelaskan, WMP merupakan program pencapaian berat badan ideal yang memadukan pengonsumsian produk natural, olah tubuh dan pengaturan pola makan yang sesuai dengan rekomendasi ahli gizi. “WMP akan menjadi salah satu andalan kami untuk masuk jajaran 10 besar dunia dalam lima tahun ke depan,” ujar Koen yakin.

Sebenarnya WMP merupakan program yang masih sangat belia. Di Amerika Serikat, kantor pusat Amway, program ini baru diluncurkan pada kuartal IV tahun lalu. Sementara di Indonesia, negara pertama yang memasarkan program ini setelah kantor pusat, program ini baru diluncurkan pertengahan Februari lalu. Artinya, belum ada cerita sukses tentang pemasaran program ini yang bisa menjadikannya produk unggulan. “Program ini sudah kami persiapkan sejak lama, dan kami sudah mempelajari pasar secara menyeluruh,” ungkap Koen.

Ia mengatakan, salah satu alasan yang membuat WMP langsung menjadi salah satu andalan adalah karena kantor pusat pun ikut melihat potensi pasar Indonesia. Menurutnya, secara umum pasar Indonesia memang sangat menjanjikan, khususnya untuk produk konsumen. Dan jika dilihat dari sisi produk WMP, Amway melihat masyarakat Indonesia semakin sadar akan berat badan yang ideal. “Dengan kedua faktor itu saja, sudah dapat dipastikan bahwa pasar Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi program sejenis WMP ini,” ujarnya menegaskan.

“Persiapan peluncuran produk ini bahkan memakan waktu hingga dua tahun,” timpal Tina Prabowo, Manajer Senior Pemasaran & Komunikasi Korporat AI. Dia mengatakan, sejak lama AI sudah membaca akan adanya kebutuhan terhadap program manajemen berat badan. Untuk itu, AI pun secara proaktif mengajak kantor pusat melakukan berbagai penelitian serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Rasa percaya diri AI ternyata bukan isapan jempol belaka. Hanya dalam tempo 1,5 bulan sejak diluncurkan, WPM sudah mendapatkan respons yang sangat baik. “Dalam waktu yang relatif singkat, WMP telah memberikan kontribusi sebesar 32% terhadap penjualan Nutrilite atau 18% terhadap total penjualan AI,” ungkap Koen.

Toh, Koen tidak ingin langsung bangga dengan prestasi tersebut. Menurutnya, hal itu sangat terpengaruh oleh momen peluncuran produk. Ia memperkirakan, dalam waktu dekat pemasaran program mencapai puncaknya dan kemudian akan stabil pada angka tertentu. “Saya perkirakan kontribusinya berada pada angka 15% hingga akhir tahun ini,” katanya.

Terlepas dari itu, Koen mengakui, besarnya permintaan terhadap program ini sudah melebihi target awal yang mereka canangkan. Awalnya, AI hanya menargetkan kontribusi sebesar 15% hingga tiga bulan pertama.

Menurut Koen, ada beberapa faktor yang membuat WMP melejit dengan cepat. Pertama, WMP merupakan program yang terdiri dari produk-produk lama yang dikombinasikan dengan produk baru. Artinya, konsumen yang pernah mengonsumsi Nutrilite pasti tidak akan berpikir dua kali untuk mengikuti program ini. “Produk yang ditawarkan tetap Nutrilite yang sudah sangat dikenal masyarakat. Hanya saja, kami mengombinasikannya dengan beberapa produk baru dan kegiatan pendukung,” ujarnya.

Kedua, program WMP tidak hanya fokus pada penurunan atau penambahan berat, tapi juga memperhatikan nutrisi yang diperlukan tubuh. Ia menjelaskan, inti program penurunan berat badan adalah menjaga besarnya energi yang masuk ke dalam tubuh lebih kecil dari energi yang dikeluarkan. Untuk mencapai itu, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengurangi makan atau mengubah jenis makanan yang dikonsumsi. “Kalau itu bisa dilakukan, otomatis berat badan kita akan turun,” ungkapnya.

“Kebanyakkan program atau produk lain hanya fokus pada penurunan energi tanpa memperhatikan unsur nutrisinya. Itu sebabnya, banyak orang yang stres ketika mengikuti program diet,” ujar Koen. Ini berbeda dari yang ditawarkan WMP. WMP membantu menurunkan atau menaikkan berat badan tanpa rasa lapar atau stres, karena produk yang mereka siapkan juga dilengkapi dengan kandungan nutrisi yang tetap.

Namun, itu saja menurut Koen tidaklah cukup. “Karena ini adalah sebuah program, karenanya kami pun menganjurkan konsumen melakukan kegiatan fisik (olah raga) untuk mengatur energi yang keluar,” katanya. Maka, AI pun menyertakan beberapa produk pendukung seperti guide book untuk memandu konsumen menjalankan program, exercise VCD yang berisi bimbingan melakukan kegiatan oleh tubuh dari instruktur yang berpengalaman, buku menu diet yang disusun oleh ahli gizi, serta bodyscale untuk mengontrol ukuran dan berat tubuh selama menjalani program.

“Kami banyak belajar dari kekurangan produk yang sudah ada sebelumnya,” ujar Tina. Ia mengatakan, masa persiapan WMP juga digunakan untuk melakukan berbagai penelitian tentang besar energi yang seharusnya masuk dan dikeluarkan oleh tubuh untuk mencapai berat badan ideal.

Memang, WMP bukanlah produk/program manajemen berat badan yang pertama di Indonesia. Sebelumnya, ada beberapa yang sejenis, seperti Weight Reduction Program (WRP) yang diluncurkan PT Tropicana Slim Indonesia. Menurut Tina, sebagai late comer, WMP berusaha menutupi lubang-lubang yang masih tampak pada produk kompetitor.

Sementara WRP ditawarkan dalam bentuk produk yang terpisah, AI mengemas WMP dalam empat paket perdana yang disesuaikan dengan kecepatan penurunan berat badan dan daya beli konsumen, yaitu paket basic, intermediate, advanced serta weight gain untuk menaikkan berat badan. Keempat paket tersebut tersedia dalam dua rasa, yaitu kopi dan moka. Namun, AI juga menyediakan produk isi ulang yang dapat dibeli sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Produk-produk Nutrilite yang termasuk dalam paket WMP untuk penurunan berat badan: Positrim, Carb Blocker, Fruit & Vegetable Fiber, Protein Powder dan Lecithin E. Adapun produk-produk yang digunakan untuk program penambahan berat badan: Positrim, Protein Powder dan Natural B Complex.

Tina menjelaskan, semua produk Nutrilite yang ditawarkan menyajikan kandungan yang dibutuhkan untuk mendukung program manajemen berat badan. Positrim, misalnya, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi serta berfungsi sebagai pengganti makanan sehingga peserta diet dapat mengikuti program diet secara mudah tetapi tanpa kekurangan gizi. Carb Blocker, membantu membatasi penyerapan karbohidrat. Fruit & Vegetable Fiber, membantu sistem pencernaan, mengurangi penyerapan lemak dan memberikan efek kenyang lebih lama. Protein Powder, memenuhi kebutuhan protein, menjaga stamina dan menambah kalori tanpa penambahan lemak berlebih. Lecithin E, bermanfaat membantu metabolisme makanan dan mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh.

Dilihat dari sisi harga yang berkisar antara Rp 650 ribu dan Rp 1,1 juta per paket, WMP sepertinya membidik segmen menengah-atas sebagai target konsumennya. Namun, Koen menolak jika disebut bahwa program ini hanya dikhususkan bagi kaum berduit. “Kesehatan adalah kebutuhan semua orang. Karenanya, kami membidik semua orang yang peduli terhadap kesehatan,” ujarnya berkilah.

Menurut Liza Felicia Wulandari, pengamat dari lembaga konsultan pemasaran The Advisory, sebaiknya AI hanya fokus pada pasar yang lebih segmented dalam memasarkan program ini. “Penetrasinya tidak perlu melebar, tapi di antara mereka yang mengonsumsi adalah heavy user,” ujarnya. Liza mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, penerimaan produk-produk kesehatan di Indonesia adalah yang paling rendah di kawasan Asia Pasifik. Menurutnya, segmen yang peduli terhadap kesehatan baru terbatas segmen menengah-atas saja. Karenanya, ketimbang harus memperluas distribusi, sementara pasarnya sendiri belum siap, lebih baik mereka fokus pada segmen pasar tententu saja. “Kalau mereka tahu target pasarnya, mereka cukup hanya fokus pada segmen itu,” katanya.

Kendati sifat dan fungsi produknya relatif sama, WMP menggunakan pola pemasaran yang sangat berbeda jika dibanding WRP yang dipasarkan dengan cara konvensional. WMP tetap mengandalkan pola direct selling (MLM) yang memang sudah menjadi keahlian AI. “Menurut kami, program ini memang lebih cocok dipasarkan dengan pola MLM,” kata Koen. Ia sama sekali tidak merasa bahwa pasarnya menjadi lebih terbatas karena dipasarkan dengan pola MLM.

Koen mengatakan, walau tergolong sangat sederhana, untuk membuat konsumen tertarik mengikuti program ini dibutuhkan penjelasan lebih lanjut. Di sinilah menurutnya mitra kerja AI (distributor) yang berjumlah lebih dari 250 ribu orang akan berperan. Ia percaya, pendekatan personal yang dilakukan para mitra usaha AI masih tetap menjadi senjata yang ampuh dalam memasarkan WMP. “Dengan konsep ini, kami justru bisa memberikan penjelasan one on one. Kalau hanya lewat toko, penjelasan apa yang bisa didapat dari pelayannya,” katanya. “Kalau produk ini ditaruh di rak toko, boks ini tidak akan bercerita. Tapi kalau produk ini dibawa oleh distributor Amway, ia bisa menjelaskan panjang lebar tentang program ini,” tambah Koen.

Untuk itu, AI membekali para distributornya dengan pelatihan product knowledge yang memadai. “Kami memiliki trainer khusus untuk program ini,” Tina menambahkan. Selain itu, para distributor juga bisa memanfaatkan situs web serta telepon customer service AI untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar program ini.

AI tidak hanya mengandalkan mitra kerjanya dalam hal penjualan dan distribusi produk. Mereka juga mengandalkan para distributor tersebut untuk berpromosi dari mulut ke mulut. Selain itu, karena kebanyakkan distributor AI juga pengguna produk-produk AI, mereka diharapkan dapat memberikan testimoni kepada calon pelanggan untuk lebih meyakinkan. “Kami memang sesekali melakukan komunikasi above the line, tapi itu hanya sebagai pelengkap,” kata Koen.

Liza sependapat dengan Koen. Ia menyebutkan, salah satu kekuatan pola MLM adalah adanya personal selling. Artinya, orang menjadi lebih yakin untuk membeli suatu produk karena rekomendasi dan garansi yang ditawarkan pemasar yang biasanya merupakan orang yang sudah dikenal.

Namun, lanjut Liza, bukan berarti pola MLM tidak memiliki kekurangan. Ia memaparkan, karena menggunakan juru bicara yang begitu banyak, tentunya informasi serta persepsi masing-masing tidak seragam. Apalagi, latar belakang serta pengetahuan setiap distributor berbeda-beda. “Sangat dimungkinkan terjadi kesalahan penerjemahan informasi, dan ini bisa berakibat buruk terhadap produk,” ujarnya.

Liza boleh jadi benar. Dian Mutiara, konsumen yang telah mencoba WMP, menyebutkan bahwa selain memang butuh, ketertarikannya mencoba program ini lebih karena unsur kedekatannya dengan sang pemasar (distributor AI) yang merupakan sahabat dekatnya. “Selain perlu, pendekatan personal yang dilakukan membuat saya menjadi lebih yakin. Apalagi, ada garansi uang kembali jika tidak puas,” ungkapnya.

Seperti produk-produk lainnya, AI juga memberlakukan sistem garansi pengembalian uang secara penuh (100%) jika pelanggannya tidak merasa puas dengan program WMP. Keberanian ini menurut Koen dikarenakan Amway secara global sudah sangat yakin akan kualitas produk-produk yang ditawarkannya.

Yang pasti, Koen amat yakin WMP dapat menjadi salah satu kuda pacu AI untuk menembus 10 besar dunia dalam 5 tahun ke depan. Apalagi, AI tengah berada pada kondisi yang sangat baik setelah naik peringkat dari 17 menjadi 13 dalam tiga tahun terakhir. WMP ditargetkan dapat memberikan kontribusi penjualan yang stabil pada level 20%. “Melihat animo yang ada saat ini, rasanya target itu amat realistis,” ujar Koen pasti.

* Tulisan ini dimuat di Majalah SWA edisi 08 – 14 April 2005 dan terpilih sebagai pemenang pertama pada lomba penulisan tentang Nutrilite Weight MAnagement Program yang diselenggarakan oleh PT Amway Indonesia

About these ads

One response to “Kuda Pacu untuk Menembus 10 Besar Dunia

  1. Langsung aje ye………!

    Pas Desember 2007 akhir gue ditawarin sama saudara yg namanya usaha “Network Marketing” [MLM], apalagi isinya jualan obat, nah loe ………maksa dah? he he he….. yang katanya akan berpeluang pesat untuk berkembang di kota2 besar di Indonesia, eiit nanti dulu……….lsng googling nih ane!

    Awalnya gue pesimis dengan sistem marketing model MLMnya , kan tahu sendiri deh, yg namanya MLM kesannya dah jelek banget tuh di sini, tapi setelah gue coba review kembali ternyata isinya menarik loh, konsep yang di tawarkan benar – benar berbeda, tujuannya bagus dan jelas punya konsepnya, nah mungkin kalo loe pade penasaran nih, mo liat lebih jelasnya lo coba buka deh web aslinya yang di amrik sono : http://www.4life.com, emang sih rada lama buat di mengerti, tp gue dah coba bantu nih buatin web gratisannya yg pake bahasa indonesia: http://www.best4life.co.nr rencana sih buat bonus bagi yg mo gabung tinggal ganti no telp ma foto kan? Jd ngak usah cape2 MLM [ mulut ke mulut ] deh “yang kayanya sih masih bisa di itung ma jari tuh jumlah webnya di sini”.

    Soalnya nih yg namanya 4life kayanya baru masuk ke sini pertengahan 2006 kurang lebih 1.5 th yg lalu sih, padahal di Amrik [ 1998 ], ma di Rusia dah berkembang pesat loh, nih buktinya dah masuk buku PDR [ Buku Panduan Dokter di Amrik ] : http://www.4life.com/newsstand/dns_headlineNewsDetail.aspx?id=1 skrng die masuk urutan #15 loh di INC.Magazine, kategori perusahaan yg berkembang paling pesat, dan satu2nya perusahaan MLM yg pernah menduduki posisi kaya gitu di INC.Magazine, nih gue kasih lg buktinya : http://www.4tf.com/inc500.htm
    Nah bagus kan peluangnya, apalagi ngasih komisi bonusnya paling gede tuh diantara MLM2 yg lain [ kita 64% ], kalo untuk sekedar make obatnya dulu jg kaga di larang sih, ngak harus jadi member ko [ buat ngebuktiin khasiatnya ], nah buat komisi biasanya tiap tgl 15 dikirim ke rek bank kita langsung dari singapure, mau pake $ ape Rp juga bisa tergantung jenis tabungan kita, trus kl kita dah jd member kita bisa login lsng ke 4life.com, buat memantau perkembangan income & member kita.

    Nih usaha kayanya cocok buat di jalanin ma siapa aje, apalagi kita2 yg sering berkutat di dunia kesehatan : Dokter, Perawat, Dosen, Apoteker, Mahasiswa/ Kedokteran, Klinik Kesehatan, P. Swasta, Instansi Pemerintah, Pengusaha pokoknya siapa aje deh tumplek blek blek blek di situ yg namanya MLM mah ngak ade batesannya tul ngak?

    Buat member baru kita ngak di lepasin begitu aje, ada pelatihan2 & training mengenai 4life product, yg setiap sabtu rutin di jalanin, kita ngak wajib ikut sih, cuma buat perkenalan aje sama yg namanya 4life itu apa, trus bisa sharing sama yg udah pada berhasil di bisnis ini, nah kalo yg ini biasanya di adain di chitos nih buat ngomongin macem2 deh, mau liat accountnya yg udeh berhasil jg bias he he he [ eh..iya byk dokter loh yg pd sukses… ]

    Kalo mo info lebih lanjut loe bisa contact gue anytime ok di no flexi : 021.68353680 or email / ym : ryan.4life@yahoo.com

    Pesan gue : “ semua bisnis tujuannya sama yg penting gimana kita ngejalaninnya, ada yg jujur, jahat, maksa dll, nah kesononya tergantung kita masing2 bukan? mau dibawa kemana nih diri kita, kalau kita kaya, ya jadilah orang kaya yg mulia bukan kaya karena berdiri diatas penderitaan orang lain ok.

    yg pasti di 4life ngak janjiin hasil yg muluk2, emang buat target jangka panjang kok, kalau kita berhasil berarti kita dah ngikutin sistem yg bener, MLM ngak salah kok, mungkin system promosinya aja yg salah, thanks ya dah kasih tempat buat sharing…..

    semua MLM bagus2 kok kaya Tianshi, Amway, Ufo, Cni, dll nah kalo 4life gimana tuh? Sekarang tinggal masing2 pribadi aja deh yg berhak memilih he he he

    “Don’t Ever Give Up ok”

    4LIFE – TOGETHER, BUILDING PEOPLE + WINNERS GROUP 4LIFE TEAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s