jump to navigation

Bukan Sekadar Trade Marketing Desember 26, 2007

Posted by Taufik Hidayat in My Articles.
Tags: ,
6 comments

Sony Ericsson membuktikan: peritel bisa menjadi mitra andalan dalam meroketkan penjualan. Apa yang ditawarkannya?

Pria itu tampak amat serius memperhatikan barang-barang yang dipajang di etalase sebuah toko telepon seluler (ponsel) di ITC Roxy Mas, Jakarta. Tak lama berselang, seorang gadis muda yang tak lain adalah pramuniaga toko tersebut menghampirinya. “Cari ponsel apa mas?” sapanya ramah. “Belum tahu nih mbak, masih bingung,” jawab pria tadi. “Sony Ericsson saja mas. Modelnya bagus, fiturnya canggih dan pilihannya juga banyak,” ujar si pramuniaga.

“Maunya yang ada fitur apa mas? Musik, kamera, 3G, atau semuanya?” tanyanya lebih lanjut kepada si calon pembeli. Lantas, ia mengeluarkan beberapa tipe ponsel Sony Ericsson dari etalasenya, mulai dari K310i, K750i, K610i, W800i, hingga P990. Ia pun menjelaskan dengan detail fitur ponsel-ponsel yang dikeluarkannya itu.

Kejadian tersebut tidak hanya terjadi di satu toko. Para pramuniaga di hampir semua toko di ITC Roxy Mas cukup gencar menawarkan produk Sony Ericsson ketimbang merek lain. Terlebih jika calon pembeli belum menentukan tipe ponsel yang dicarinya.

soner.jpeg

Gigihnya para pramuniaga menawarkan produk Sony Ericsson tak lepas dari iming-iming yang ditawarkan Sony Ericsson kepada mereka. Tak hanya pemilik toko, frontliner-nya pun tak luput dari perhatian Sony Ericsson. “Tiga kartu garansi bisa ditukar dengan paket fast food senilai Rp 10 ribu,” ungkap salah seorang pramuniaga.

(lagi…)

Ada Apa (Lagi) dengan Blazer? Desember 18, 2007

Posted by Taufik Hidayat in My Articles.
Tags: , ,
3 comments

Setelah berganti baju dari Opel menjadi Chevrolet pada September 2002, penjualan Blazer di Indonesia terus menurun. Awalnya, PT General Motors Indonesia (GMI) bisa sedikit tersenyum, karena transisi merek itu disambut baik oleh konsumen. Data Gaikindo menunjukkan, selama September 2002 penjualan Blazer meningkat cukup signifikan yaitu 166 unit. Bandingkan dengan Agustus 2002 — masih menggunakan merek Opel — selama bulan itu hanya terjual 65 unit. “Di luar dugaan, respons konsumen sangat baik,” ungkap Harold K. J. Koh, Presdir GMI.

Ternyata, peningkatan penjualan itu hanya terjadi sesaat. Oktober 2002 angka penjualan langsung drop 50% menjadi hanya 84 unit, dan bulan-bulan selanjutnya tren penjualannya terus menurun. Bahkan, berdasarkan data Gaikindo Maret 2003, penjulan Blazer mencapai titik terendah selama dua tahun terakhir, yaitu hanya 20 unit.

Ada apa dengan Blazer? Bukankah sebelumnya produk ini menunjukkan kinerja cukup memikat dengan penjualan rata-rata di atas 100 unit per bulan. Pihak GMI menampik data tersebut. “Justru bulan lalu penjualan Blazer sedikit lebih baik dari bulan sebelumnya,” ungkap Revyta Unsulangie, Asisten Direktur Pemasaran GMI.

Menurutnya tidak ada kendala berarti dalam penjualan Blazer hingga saat ini. “Kami hanya harus memperkuat brand awareness Chevrolet, agar peralihan merek dapat dikomunikasikan dengan baik,” kilahnya, sembari menjelaskan bahwa GMI akan terus berusaha meningkatan brand awareness Chevrolet.

blazer.jpeg

(lagi…)

Cara Bank Mandiri Memasarkan Uang Plastik Desember 17, 2007

Posted by Taufik Hidayat in My Articles.
Tags: , , ,
5 comments

Karena datang belakangan, Bank Mandiri berusaha menghapus ketertinggalannya di kategori kartu kredit. Berbagai daya dan upaya dikerahkan untuk menggaet pelanggan. Efektifkah langkah yang ditempuh?

“Silakan Pak, kartu kreditnya bisa ditunggu, langsung jadi,” rayu seorang pemasar kartu kredit suatu bank kepada pengunjung Plaza Blok M yang melintas di dekatnya. Beberapa pengunjung tertarik dengan tawarannya, tapi banyak juga yang tak mengindahkannya.

Belakangan memang makin sering terlihat penawaran kartu kredit di berbagai tempat. Hampir di setiap mal atau tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang, kita bisa menjumpai boot yang sengaja ditempatkan oleh bank-bank penerbit kartu kredit untuk menawarkan produknya itu. Para penerbit kartu kredit berlomba-lomba meraih pelanggan baru dengan berbagai cara. Bahkan, atas nama persaingan, mereka berani tidak memberlakukan syarat apa pun, kecuali meminta calon pelanggannya mengisi aplikasi dan membubuhkan tanda tangan pada aplikasi tersebut; syarat lain bisa disusulkan.

Gencarnya pemasaran kartu kredit saat ini sebenarnya merupakan hal yang wajar. Bagi pihak bank, kartu kredit termasuk produk yang paling menggiurkan. Bunganya mencapai 3,5% per bulan, mengalahkan produk-produk lain. Selain itu, bank penerbit kartu kredit juga masih menangguk pendapatan dalam bentuk iuran tahunan Rp 75-250 ribu. Itu pula sebabnya, kartu kredit sekarang bukan lagi monopoli bank papan atas. Bank papan bawah pun ikut menerbitkannya.

mandirivisa2.jpeg

(lagi…)

Kiat Nissan Melaju Kencang Desember 14, 2007

Posted by Taufik Hidayat in My Articles.
Tags: , , ,
3 comments

Penjualan Nissan meningkat hampir 100% dalam dua tahun terakhir. Kuncinya, produk yang kompetitif dan perluasan jaringan distribusi. Akankah pamornya terus naik?

Tahun 2004 bisa disebut sebagai tahun kejayaan bagi agen tunggal pemegang merek Nissan di Indonesia. Sepanjang tahun ini, media massa seakan tak pernah henti memberitakan berbagai kesuksesan yang diraih PT Nissan Motor Indonesia (NMI), mulai dari rekor penjualan bulanan hingga rekor fantastis, yaitu menembus angka penjualan di atas 10 ribu unit/tahun. Sepertinya Nissan tengah melaju di jalur lurus, sehingga mereka dapat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Dibanding pemain lain seperti Toyota, Suzuki, Daihatsu dan Mitsubishi, penjualan yang dibukukan Nissan di Indonesia memang masih jauh tertinggal. Bahkan, berdasarkan data yang dikeluarkan Gaikindo, hingga Oktober 2004, Nissan baru menguasai 2,6% pasar otomotif nasional, sangat jauh tertinggal dari Toyota (lebih dari 30%).

Namun, prestasi yang dibukukan Nissan ini tetap menarik perhatian. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir penjualan Nissan tumbuh hampir 100% dibanding tahun sebelumnya. NMI menutup tahun 2002 dengan total penjualan 3.559 unit. Tahun berikutnya penjualannya tumbuh hampir 90%, yaitu menjadi 6.720 unit. “Tahun ini, untuk pertama kalinya kami menembus angka penjualan di atas 10 ribu unit,” ungkap Teddy Irawan, Deputi Direktur Penjualan dan Promosi Nasional NMI. (lagi…)