Vini, Vidi, Vici Anlene

Setelah sukses membuka pasar, Anlene dikepung pendatang baru. Bagaimana langkah produsen susu asal Selandia Baru ini dalam menyiasati persaingan?

Lapangan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (26 Agustus 2007) pagi itu berubah menjadi hijau. Tak kurang dari 6.000 orang berkostum hijau-putih memadati lapangan di jantung Kota Pahlawan tersebut. Bukan untuk berdemo atau menghadiri rapat akbar salah satu partai politik, melainkan berkumpul untuk mengikuti acara jalan kaki 10.000 langkah yang diselenggarakan oleh PT Fonterra Brands Indonesia (FBI), produsen susu berkalsium tinggi Anlene.

Acara yang bertajuk “Melangkah Bersama Anlene” ini juga dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia kategori jalan kaki massal dengan langkah terbanyak (580 juta langkah). Pasalnya, selain di Surabaya, FBI juga menggelar event sejenis di 13 kota besar lainnya, di antaranya Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Bali, Bandung, Sukabumi dan Madiun.

Tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program tersebut tak lain karena semakin tingginya awareness mereka terhadap penyakit osteoporosis (pengeroposan tulang). Kondisi ini sangat berbeda ketika Anlene pertama kali hadir di Indonesia pada 1996. “Kala itu, tak banyak orang yang aware dengan istilah osteoporosis,” ungkap Ricky Afrianto, Manajer Merek Senior FBI. Padahal, menurut Ricky, di negara seperti Indonesia, risiko terkena penyakit osteoporosis tergolong cukup tinggi.

Besarnya populasi penduduk Indonesia membuat FBI yang kala itu masih berbendera PT New Zealand Milk tertarik masuk ke negeri ini. Terlebih, penduduk Indonesia didominasi kaum perempuan yang lebih rentan terkena osteoporosis. “Perbandingannya, wanita 1:3, sedangkan pria 1:5,” kata Ricky mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Maspiyono Handoyo, Presiden Direktur FBI, Anlene lahir sebagai merek untuk pasar Asia dan pertama kali diluncurkan tahun 1991 di Malaysia, Singapura, Hong Kong dan Taiwan. Baru pada 1996 masuk ke Indonesia dengan slogan citra “Anlene High Calcium (non-fatmilk) Build Strong Bones to Help You Prevent Osteoporosis“ – Anlene susu berkalsium tinggi membangun tulang yang kuat untuk mencegah osteoporosis. Kala itu, FBI bekerja sama dengan PT Tigaraksa Satria Tbk. (Tigaraksa) yang bertindak sebagai distributor tunggalnya. “Regulasi yang ada saat itu mengharuskan kami memiliki mitra perusahaan lokal,” ujar Yon, panggilan akrab Maspiyono.

Langkah FBI tergolong cukup nekat. Maklum saja, kala itu – bahkan sampai kini – penetrasi produk susu dewasa di Indonesia masih sangat rendah. Kategori produk didominasi susu formula dan susu pertumbuhan. Toh, kondisi tersebut tak menggoyahkan tekad FBI. “Kami memiliki beberapa competitive advantage,” ungkap Ricky. Pertama, FBI adalah bagian dari Fonterra, salah satu perusahaan susu terbesar di dunia. Kedua, FBI di-back up oleh ilmuwan terkemuka yang selama 20 tahun mempelajari tulang. “Dari situ menghasilkan sinergi komperatif dan kompetitif yang akhirnya melahirkan Anlene.”

Dari sisi eksternal, hasil survei yang dilakukan juga menunjukkan bahwa masyarakat sudah cukup aware bahwa susu sangat bermanfaat untuk tulang. “Top of mind manfaat susu memang masih untuk kesehatan (umum). Tapi, masyarakat juga tahu bahwa bahwa susu banyak mengandung kalsium yang baik untuk tulang,” ujar Ricky menyebut hasil survei manfaat susu yang dilakukan FBI sebelum meluncurkan Anlene di Indonesia.

Namun, karena saat itu belum banyak orang yang menyadari bahaya osteoporosis, FBI perlu memberikan edukasi tentang hal tersebut. “’Boleh dikatakan, Anlene pelopor yang menyadarkan bahaya osteoporosis di Indonesia,” tutur Ricky.

Akan tetapi, membuat masyarakat menyadari bahaya osteoporosis bukan hal mudah. “Banyak anggapan bahwa masalah ini hanya untuk orang tua, yang muda dan remaja lebih memilih menunda karena menganggap mereka masih dalam tahap pertumbuhan,” ujar Yon. Komitmen Anlene untuk mengedukasi pasar Indonesia, menurutnya, cukup tinggi. Sejak awal, Anlene terus melakukan kampanye above the line (ATL) dan below the line (BTL). “Kami sadar, investasi yang dibutuhkan untuk mengedukasi dan membangun kepercayaan konsumen tidaklah sedikit. Karena itu, kami masih terus konsisten di jalur ini.”

Salah satu program BTL yang cukup mengena adalah pemeriksaan tulang gratis di berbagai pusat keramaian. Selain itu, ada pula tim yang membantu menyebarkan informasi dan mengedukasi pasar seputar bahaya dan cara pencegahan osteoporosis. Anlene pun mengeluarkan buku khusus tentang upaya pencegahan osteoporosis sejak dini. Ricky mengungkapkan, “Ketika terjadi kerusuhan beberapa tahun silam, kami menunjukkan komitmen yang tinggi. Tim promosi kami bergerak membawa mobil di depan supermarket yang terbakar untuk melayani konsumen. Tak hanya Anlene, tetapi beberapa produk FBI juga ada di situ.”

Jurus lain yang dilakoni FBI adalah menggandeng kalangan medis: Departemen Kesehatan, Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), serta kelompok dokter yang memfokuskan kegiatan pada osteoporosis.

Yon menjelaskan, Anlene mendukung berbagai aktivitas yang digelar oleh lembaga swadaya masyarakat seperti Perosi dan Perwatusi tak lain karena kedua lembaga tersebut punya kepentingan yang sama, yakni melawan osteoporosis. Di tingkat dunia, Anlene menjalin kerja sama dengan International Osteoporosis Foundation. “Hubungan kami dengan lembaga-lembaga tersebut merupakan simbiosis mutualisme. Tapi pastinya, lembaga-lembaga tersebut bukanlah lembaga bentukan FBI, mereka tetap independen,” ujar Yon menegaskan.

Selain mengandalkan aktivitas pemasaran, FBI juga membenahi produk. Kepeloporan Anlene di kategori susu berkalsium tinggi diteruskan dengan memilah dua kategori usia: 19-50 tahun dan 50 tahun ke atas. Setelah sebelumnya hanya terdapat satu kategori: 19-50 tahun (Anlene Actifit), FBI juga mulai menawarkan varian untuk usia 50 tahun ke atas (Anlene Gold).

Toh, semua usaha tersebut tak langsung menunjukkan hasil positif. Yon menyebutkan, butuh waktu hingga empat tahun bagi FBI untuk bisa melihat hasil kerja kerasnya. “Kami baru mencapai tahap economic of scale pada tahun 2000,” ungkapnya.

Pengamat pemasaran yang juga staf pengajar Universitas Atma Jaya Jakarta, Roy Goni, menyebutkan bahwa keberhasilan Anlene tak lepas dari edukasi dan komunikasi yang dilakukan FBI. Sebenarnya, menurut Roy, diferensiasi produk susu sangat terbatas. “Yang biasa dimainkan adalah kandungan nutrisinya, dengan mengaitkan pada penyakit yang menjadi concern masyarakat.”

Anlenelah yang pertama kali membuat diferensiasi dan melakukan positioning secara tersendiri (distinctive) sebagai susu berkalsium tinggi. Positioning-nya mampu mengarahkan orang untuk tahu tentang ostreoporosis. Sebab, di pasar saat itu konsumen tidak menemukan susu yang mengklaim dirinya sebagai susu yang mampu mengatasi masalah ostreoporosis. Secara spesifik saat itu hanya Anlene.

Keberhasilan Anlene membuka pasar kategori susu berkalsium tinggi mendorong beberapa produsen lain ikut mencicipi kategori tersebut. Sebut saja, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) yang sejak awal membuntuti FBI lewat Calsimex. Sama seperti Anlene, merek yang diluncurkan pada 1997 itu juga menyediakan dua varian produk: untuk usia 19-50 tahun dan 50 tahun ke atas.

Tak cuma FFI yang sudah lama bermain di pasar susu, Tigaraksa yang sejak 1998 tak lagi menjadi distributor FBI pun tak mau kehilangan momentum untuk menikmati kategori ini dengan meluncurkan Produgen pada 2001. “Kami punya sarana dan prasarana, kenapa tidak dimanfaatkan. Kami punya fasilitas jaringan yang cukup besar,” kata Fauzy, Direktur Tigaraksa.

Diakui Fauzy, Produgen mendompleng apa yang selama ini disosialisasikan Anlene untuk kesehatan tulang. “Kami manfaatkan edukasi itu. Dan kami lihat juga kebutuhannya memang penting untuk kesehatan masyarakat. Kenapa tidak kami tawarkan yang lebih baik dan terjangkau?” ujarnya sambil menyebutkan, harga yang ditawarkan Produgen relatif lebih rendah ketimbang Anlene. Namun, Fauzy menolak jika disebut bahwa peluncuran Produgen merupakan langkah balas dendam Tigaraksa terhadap FBI yang telah hengkang. “Undang-undang Penanaman Modal Asing diubah. Perusahaan asing di Indonesia diperbolehkan menjual produknya sendiri ke ritel. Peluang itu dimanfaatkan pihak FBI,” katanya.

Yon membenarkan ucapan Fauzy. “Karena memang akan jauh optimal bila pemilik langsung yang mengelola brand,” ujarnya beralasan. Keluar dari Tigaraksa, FBI pun mengubah pengelolaan distribusi produknya. Saat ini, distribusi untuk key account outlet langsung ditangani FBI. Adapun untuk non-key account dikelola dengan sistem multidistributor. Saat ini tak kurang dari 20 distributor yang menyalurkan produk Anlene. “Dengan national distributor, pengelolaannya lebih simpel, karena semua hanya lewat satu pintu. Tapi dengan multidistributor, kami tidak lagi bergantung pada salah satu pihak saja,” kata Yon.

Belakangan, PT Nutrifood pun turut meramaikan persaingan dengan meluncurkan Hi-Lo. Sebagai diferensiasi, Nutrifood memosisikan produknya sebagai susu berkalsium tinggi rendah lemak. Dengan positioning “baru”, Hi-Lo terbukti mendapat respons pasar yang sangat bagus dan sudah duduk di posisi kedua di bawah Anlene dengan penguasaan pasar sekitar 18%. Anlene sendiri masih menguasai hampir 60% pasar yang nilainya diperkirakan lebih dari Rp 500 miliar/tahun.

Yon tak terlalu mengkhawatirkan kekuatan Tigaraksa sebagai mantan distributor Anlene. “Buktinya, yang menjadi pemain nomor dua bukan mereka, tapi pemain lain,” ujarnya. Lagi pula, menurutnya, “rahasia” yang diketahui Tigaraksa adalah cerita lalu yang hanya cocok untuk kondisi masa lalu. “Kami malah senang jika semua meniru langkah Anlene. Karena begitu mereka meniru, kami sudah melaju dengan langkah selanjutnya.”

Akan tetapi, Yon mengatakan, maraknya produk-produk sejenis saat ini harus mendapat perhatian serius dari FBI. Untuk itu, perusahaannya tidak berhenti sampai di situ saja. Berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya, sejak 2003 bekerja sama dengan Depkes, FBI mencetuskan Hari Osteoporosis Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. “Itu big’s time. Kami lakukan dengan a lot of PR (public relations) and a lot of activity promo untuk menyadarkan orang akan risiko osteoporosis. Awalnya, Dirjen yang pertama kali tergerak untuk mendukung aktivitas kami. Selanjutnya, Menteri Kesehatan ikut. Tahun lalu Ibu Wakil Presiden mulai ikut dan tahun ini Ibu Presiden sudah bersedia ikut. Butuh waktu empat tahun untuk mengambil hati Ibu RI-1,” ungkap Yon.

Tak berhenti sampai di situ, FBI pun terus menggelar berbagai edukasi, baik ATL maupun BTL, juga dengan menggandeng lembaga lain. Dalam kampanye ATL, Yon menyebutkan, setiap tahun FBI mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar ketimbang pemain lain. “Sebagai market leader, kami harus lead the category, termasuk dalam hal share of voice.”

Data Nielsen Media Research membenarkan pernyataan Yon. Setiap tahun total belanja iklan Anlene jauh di atas merek-merek lain. Tahun 2006, Anlene menggelontorkan tak kurang dari Rp 44 miliar untuk mengomunikasikan mereknya di berbagai media. Pemain lain yang cukup gencar beriklan adalah Hi-Lo. Tahun 2006, total belanja iklan merek ini Rp 36 miliar lebih. Sementara pemain lain jauh di bawah kedua merek tersebut. Calsimex, misalnya, Rp 13 miliar, sedangkan Produgen hanya Rp 5 miliar.

Hingga September 2007, Anlene masih tercatat sebagai pengiklan terbesar di kategorinya dengan Rp 33 miliar lebih. Adapun Hi-Lo Rp 29 miliar lebih.

Ricky menambahkan, FBI tidak alergi terhadap hadirnya kompetitor. “Semakin banyak pemain akan semakin baik, kuenya akan semakin besar, karena semua pasti melakukan edukasi,” ujarnya. Namun, FBI harus tetap memastikan bahwa pertumbuhan yang diraihnya harus selalu berada di atas pertumbuhan kategori. “Sejauh ini kami selalu tumbuh di atas pertumbuhan kategori,” ungkapnya.

Dalam salah satu aktivitas BTL-nya, tak tanggung-tanggung, FBI mendatangkan hingga 16 unit mesin pemindai tulang untuk aktivitas pemeriksaan tulang (bone scan). Ini merupakan jumlah terbanyak dibandingkan di negara-negara lain, tempat Fonterra beroperasi.

Dalam hal produk, FBI pun terus berbenah. Berbagai hasil penelitian dan inovasi yang dilakukan oleh kantor pusatnya di Selandia Baru dengan cepat diadopsi. “Kami sudah menyiapkan satu inovasi baru dalam hal produk yang akan segera meluncur di awal tahun ini,” ungkap Ricky sambil menambahkan, FBI tidak mau terbawa arus untuk meluncurkan produk dengan multipositioning. Misi Anlene, ia menjelaskan, adalah menjadi ahli dalam nutrisi untuk tulang. Dengan misi ini, Anlene secara konsisten mengedepankan perhatian (kepedulian)-nya untuk mengatasi osteoporosis.

Menurut Roy, salah satu kunci sukses Anlene tak lain karena merek ini menjadi pionir. Jika merek ini tetap fokus di pasarnya, peluang untuk unggul sangat besar. “Anlene menunjukkan dia sebuah produk yang fokus dan tidak serakah,” ujarnya. Selain itu, Anlene juga berhasil menancapkan mereknya sebagai merek pertama yang ada di benak konsumen. “Memang bukan yang pertama di pasar susu, tapi untuk kategori susu berkalsium, dia memang unggul.”

Namun, ada pekerjaan rumah yang cukup pelik yang harus segera diselesaikan FBI. Meningkatnya harga bahan baku yang mencapai 100% lebih memaksanya terus menaikkan harga jual produk. Saat ini harga jual Anlene merupakan yang tertinggi di kategorinya. Jika terus menaikkan harga, bukan tidak mungkin konsumen Anlene akan berpaling ke merek lain yang hampir semuanya menawarkan harga yang relatif lebih murah. “Beberapa pemain sudah melakukan downsizing. Kami masih mempertimbangkan baik-buruknya untuk melakukan hal yang sama,” Yon mengungkapkan.

Roy menyebutkan, FBI harus mewaspadai persoalan harga ini. Bila Anlene tidak mampu menyiasatinya, dampaknya akan sangat buruk. “Downsizing mungkin menjadi pilihan yang bijak, tapi akan lebih baik jika menaikkan harga saja. Efeknya mungkin hanya beberapa hari, setelah itu mereka akan masuk ke dalam posisi normal,” demikian saran Roy.

Ke depan, Yon memastikan peluang Anlene untuk terus berkembang masih sangat besar. “Potensi kategori ini masih sangat besar. Penetrasinya saja baru 40%, sedangkan frekuensi mengonsumsinya masih sangat rendah. Ini sebuah peluang yang sangat menarik,” ujarnya. Untuk itu, FBI telah menyiapkan serangkaian strategi yang bakal diterapkan menghadapi persaingan di tahun-tahun mendatang.

Artikel ini dimuat di Majalah SWA edisi 01/2008, 9 Januari 2008

20 responses to “Vini, Vidi, Vici Anlene

  1. “Kami sudah menyiapkan satu inovasi baru dalam hal produk yang akan segera meluncur di awal tahun ini,” ungkap Ricky sambil menambahkan, FBI tidak mau terbawa arus untuk meluncurkan produk dengan multipositioning.

    Saya tunggu deh…. produk yang gimana yah kira- kira?
    Ngomong- ngomong, yang banyak terkena keropos tulang, jenis & klasifikasi konsumen yang mana yah?
    Terus terang saya mah menghadapi gejala kronis keropos ‘dompet’…sekarang- sekarang ini.

  2. Saya mendengar dari teman yg bekerja di Fonterra area Jateng dan DIY, sekarang pimpinan Fonterra utk Jateng & DIY orangnya tidak pantas memimpin suatu perusahaan, Leadershipnya sangat diragukan, dia bekerja seenaknya sendiri dan terkesan plin plan dalam segala hal, orang itu namanya Ridwan

  3. Bener mbak Atoen, yang namanya Pak Ridwan sangat tidak profesional. Bukan cuma satu dua eo yang dia bentak-bentak dan dia ajak debat seperti dia ngomong ke pembatu atau bawahannya.

    Kalau memang ndak mau kerja sama, omong saja kalau memang dia nggak berminat. Beres perkara, ndak perlku ngomong muluk-muluk, dan selalu referensinya saat dia mimpin beberapa kota lain di Jateng & DIY.

    Bukan saja sama eo, ternyata beberapa orang yang melamar ke distributor anlene dia nmgomong sok menggurui kayak dia sudah resmi bosnya.

    sayang, perusahaan sekelas fontera punya orang nggak berkelas begitu.

  4. wah kecewa banget tuch jalan santainya anlene yang bertajuk ayo melangkah bersama anlene di kota sukabumi. Jelas-jelas itu nasional kok dari penyusunan acaranya cak-acakan gitu, tidak terencana…Apalagi liat PANGGUNGnya… kayak mau hajatan ….! EO nya kok ngak profesional banget ya…. banyak loh peserta yang kecewa juga ya salah satunya saya….ramean yang pertama loh dulu

  5. Saat “AYO MELANGKAH BERSAMA ANLENE” yang pertama di Kota Sukabumi. Acaranya oke banget..rapih dan waw sangat memuaskan buat peserta dan masyarakat sukabumi.
    Tapi saat sekarang “AYO MELANGKAH BERSAMA ANLENE” yang kedua tgl 30 nov di lap merdeka sukabumi….WAW…sangat mengecewakan sekali.
    Sangat jelas sekali, Produk susu anlene yang bersal dari selandia baru kok ngadain event kayak orang mau hajatan.
    1. Susunan acaranya nggak puguh/teratur
    2. Norak banget gitu
    3. Panggungnya….waduh…kayak mo sunatan apa mau lomba nyanyi anak TK itu
    4. Event Organizernya asal-asalan dan TIDAK PROFESIONAL
    5. Memalukan
    6. Kayak baru anak kemaren

    tapi ngak apa-apalah ,walau kecewain peserta yang jadi tdk enjoy.. tapi selamat dech selamat pula maraup untung besar tuchhh
    tapi norakkkkk

  6. helo,ANLENE yang menyehatkan,maukah ANlene menggelar acara MELANGKAH BERSAMA ANLENE di kota kami,dijamin akan didukung penuh oleh pemerintah daerah,kalau berkenan gimana syaratnya,dan ini satusatunya hajatan yang didukung oleh perusahaan dari JAKARTA,

  7. Yth
    Marketing & Promotion ANLENE

    D.h
    Bersama ini kami dari “Sanggar Senam Gemini’s akan merayakan HUT pd. : Selasa 26 May 2009
    Thamrin City Ground fl. Cafe Wisata Makanan
    15.00 – 21.00
    peserta 80 orang
    kami mengetahui ANLENE adalah susu yang baik terlebih lagi dapat
    mencegah osteoporosis.
    Untuk itu kami sangat mengharapkan ANLENE dapat mensponsori
    kegiatan kami,berupa bingkisan hadiah produk ANLENE (kira2 12paket) dan mungkin para anggota dapat menikmati susu ANLENE pada saat acara tersebut diatas.
    Semoga permohonan kami dapat dipertimbangkan
    Terimakasih.
    Tuti

  8. hai…halllo…

    Mau tanya tentang Produk anlene…neh..
    Kata temen aq klu kita minum susu Anline kita harus jalan seribu langkah ya…Truss klu kita ga jalan seribu langkah bisa2 susu anlene yg kita minum menjadi pengapuran di tubuh kita…
    Betul ga ya….?

    Masalahnya klu di hitung2 aq ga sampe jalan seribu langkah setiap harix….

  9. to : Marketing & Promoting Anlene Divition from: garazi ent.

    kami garazi enterprise, yg berbasis di kota garut ; jl. pahlawan 155, jawa barat, bergerak di bidang jasa agency, promotion service, event organizer, advertising, entertainment, mengajukan diri untuk bisa bekerja sama dalam mensukseskan program2 marketing dan promoting di wilayah priangan timur (garut, tasik, ciamis, banjar, pangandaran, sumedang) dan wilayah cirebon dskt.,
    adapun company profile dapat kami kirimkan via email. harapan kami, semoga kt bisa bekerja sama dengan baik dan saling menguntungkan.

    terima kasih atas perhatiannya,
    garazi enterprise

    contac person: irwan (0262)9145010/0852 2003 6232
    email : garazient_garut@yahoo.com

  10. kami mencari alamat agen/distributor di dekat tempat tinggal kami. alamat kami di Karawang. Jawa barat.
    mohon bantuan info alamat agen/distributor terdekat kami

  11. Kami mengadakan JALAN SEHAT dgn peserta 1000 orang dlm rangka HARI KARTINI 2011. Kami berharap ANLENE bisa mensponsori.

  12. mhn diberikan alamat ANLENE disby agar kami bisa mengantar proposal.

    Sememi Jaya Gg VII Benowo
    Handoko 03170809213

  13. Mhn info alamat ANLENE di sby agar kami bisa mengantar PROPOSAL.

    Sememi Jaya Gg VII Benowo,Sby
    Handoko 03170809213

  14. Perihal : Permohonan Bantuan Sponsor

    Kepada
    Yth. Marketing & Promotion Departement

    Dengan Hormat

    Sehubungan dengan program kerja organisasi dalam usaha untuk menanaman rasa nasoanlisme dan rasa persaudaraan antar warga. maka kami berencana mengadakan PERINGATAN HARI KARTINI pada :

    Hari/Tanggal : 24 April 2011
    Tempat : Lapangan Warga RT 07 RW 01
    Sememi Jaya – Benowo, Surabaya.
    Bentuk : Jalan Sehat (Peserta 1000 Orang)
    Lomba Masak (13 team Ibu-ibu PKK)
    Hiburan : Live Show Pengamen Jalanan Surabaya

    Guna terelisasinya kegiatan, dengan rasa hormat kami berharap agar ANLENE bersedia menjadi sponsor didalamnya.Kami menyadari, tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan tersebut tidak berjalan sebagaimana yg di harapkan.

    Demikian Permohonan kami buat, dan atas segala bantuan serta dukungannya, kami ucapkan banyak terima kasih.

    Hormat Kami

    Panitia

    Sekretariat :
    Sememi Jaya Gg VII Kel. Sememi – Kec. Benowo, sby

    Contact Person :
    Puji Handoko (031-70809213)

  15. kenapa setelah minum anlen total perut terasa sakit dan kembung, kemudian mules dan buang angin terus kadang disertai buang air besar. Apakah ini termasuk normal?

  16. Selamat pagi…
    Saya salah satu pegawai koperasi PLN Area Cimahi, yg salah satu anak perusahaannya bernama CV Sehat Mandiri bentuk usahanya di bidang kesehatan. Yaitu Polilinik dan Apotek. Pada awalnya kami membuka Poliklinik khusus u/pegawai, pensiun dan keluarga PLN
    , pada saat ini kami telah mempersiapkan pembukaan Poliklinik untuk umum. Bagaimana caranya agar dapat bekerjasama dalam peresmiaan Poliklinik kami. terima kasih.

    contac person dina 02295039239 / 08562042303

  17. Salam hangat….
    Adakah yang tau alamat PT Fonterra Brands Indonesia untuk wilayah Yogyakarta??? dan syarat untuk pengajuan proposal kerjsama sponsorship. Terima kasih.
    Best regards
    CP: Widie 0856 4332 5231

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s