jump to navigation

Bersaing di Pasar Superslim Juli 15, 2008

Posted by Taufik Hidayat in Uncategorized.
add a comment

HM Sampoerna kembali meluncurkan produk revolusioner: Avolution. Sekadar mengikuti tren, atau menciptakan tren?

A Mild. Siapa tak kenal merek rokok besutan PT HM Sampoerna Tbk. (HMS) itu. Walau awalnya dicibir, produk yang meluncur ke pasar sejak tahun 1989 itu akhirnya menjelma jadi raksasa dan memimpin di kategori yang dibentuknya, low tar nicotine (LTN). Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, LTN menjadi kategori yang pertumbuhannya paling tinggi dibanding kategori rokok lainnya.

Kehadiran A Mild menjadi catatan tersendiri bagi industri rokok nasional. Pasalnya, rokok ini tampil dengan diferensiasi sangat nyata dibandingkan dengan produk-produk yang ada sebelumnya. Sebab, produk ini tidak masuk dalam tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). A Mild hadir dengan ukuran stick (batang) yang lebih kecil ketimbang rokok lainnya. Selain itu, kadar tar dan nikotin yang dikandung rokok ini juga jauh di bawah rokok lainnya, sehingga dianggap tidak cocok dengan pasar Indonesia. Tak heranlah, akhirnya HMS dibiarkan bermain sendiri di kategori ini tanpa mendapat “gangguan” dari pemain lain.

(lagi…)

Cara Baru Membisniskan Lagu Juli 14, 2008

Posted by Taufik Hidayat in Uncategorized.
add a comment

Digitalisasi akhirnya merasuki pula industri musik. “Tren penggunaan CD dan kaset akan memudar. Pastinya akan ada format yang menggantikannya, yakni digital,” ungkap musisi kawakan Anang Hermansyah. Kenyataan itu mengilhami suami penyanyi Krisdayanti ini untuk melakukan terobosan baru pendistribusian lagu (musik), yaitu melalui format digital. Apalagi di beberapa negara maju, cara seperti itu sudah sejak beberapa tahun lalu diterapkan.

Namun, Anang tidak mau terjun seorang diri. Ia menggandeng Indra Lesmana dan Abdee (gitaris Slank) — yang dianggap punya visi yang sama — serta Triawan Munaf sebagai mitranya, untuk kemudian mendirikan perusahaan distributor musik digital, Independen Musik Portal (Im:port) di bawah bendera PT Hijau Multi Kreatif Indonesia (HMKI). Selanjutnya, karena Im:port berkaitan erat dengan teknologi, HMKI pun menggandeng JatisMobile guna menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menyalurkan aset-aset digital para artis.
(lagi…)