Belanja Iklan Samsung di AS Ungguli Apple

Samsung Electronics Co. menyimpan ambisi yang sangat besar untuk menjadi yang terbesar di pasar ponsel Amerika Serikat. Ini dibuktikan dengan pengeluaran belanja iklannya sepanjang tahun 2012 lalu yang jauh melampaui Apple Inc.

Menurut data yang dirilis oleh Kantan Media yang dikutip dari Wall Street Journal, sepanjang tahun 2012 lalu, Samsung merogoh koceknya hingga US$ 401 juta untuk mengkomunikasikan produk ponselnya di berbagai media, baik media cetak, media online, TV hingga billlboard di Amerika Serikat. Angka tersebut jauh melampaui belanja iklan Apple Inc yang untuk periode yang sama hanya menggelontorkan US$ 333 juta untuk mengkomunikasikan mereknya di media.

Namun, langkah berani Samsung itu juga diimbangi dengan capaian prestasi yang cukup baik. Berdasarkan data yang dirilis ComScore Inc., market share Samsung di Amerika Serikat pada triwulan ke empat tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 2,3% menjadi 21%. Peningkatan market share Samsung tersebut masih lebih baik ketimbang Apple yang market sharenya hanya naik 2% menjadi 36,3%.

Image

Amerika Serikat menjadi pasar yang sangat penting bagi Samsung, bukan hanya karena pasar di negeri Paman Sam ini memang sangat besar, tapi menjadi jawara di pasar Amerika Serikat juga akan semakin mengerek image Samsung di pasar ponsel dunia.

Tolak Angin Berlari Kencang

Konsistensi Tolak Angin dalam mengedukasi pasar dan mengangkat citra mereknya berbuah manis. Kala lawan sedikit mengendur, laju Tolak Angin kian tak terkejar.

“Wes-ewes-ewes, bablas angine”. Demikian ucapan Basuki (alm.) dalam iklan televisi obat/jamu masuk angin, Antangin JRG. Dulu, iklan tersebut begitu sering menghiasi layar kaca. Miliaran rupiah dihabiskan PT Deltomed Laboratories untuk mengangkat awareness terhadap mereknya lewat iklan tersebut. Memang berhasil. Bintang iklannya yang terkenal serta jargon yang jenaka terasa pas buat mendongkrak Antangin. Produk obat masuk angin ini melejit tanpa kendala berarti.

Sesungguhnya saat itu — tahun 1999 — sudah ada jamu sejenis Antangin yang beredar di pasaran, yakni Tolak Angin Cair dari PT Sido Muncul (SM). Namun, seperti terlibas angin Basuki, nama Tolak Angin kalah moncer ketimbang Antangin. Barangkali karena suasana krisis moneter waktu itu, harga Tolak Angin Cair, Rp 800/sachet, terasa lebih mahal dibanding Antangin yang cuma Rp 600 per empat kaplet.
Continue reading “Tolak Angin Berlari Kencang”

Saatnya MU Mengejar

Hasil BPL pekan ini sungguh sangat positif bagi Man Utd. Bukan saja karena kemenangan 0-1 pada derby Manchester, tapi juga hasil yang diraih oleh para pesaing berat anak-anak asuhan Sir Alex juga tidak terlalu menggemberikan. The Blues yang awalnya ada diposisi puncak dipukul oleh The Gunners 1-2 di Stamford Bridge. Eh smalem L’pool cuma bisa main kacamata dengan West Ham di Anfield. Walau hasil ini sudah cukup untuk mengantar tim Merseyside ini untuk menduduki puncak klasemen, tapi tetap saja ini merupakan hasil yang sangat positif buat The Red Devils.

Sekarang, beda point anatara Rooney cs dengan L’pool yang duduk diposisi pertama tinggal 6 point, tapi MU masih punya satu game di tangan. Kalau bisa menang pada pertandingan tunda, jarak dengan pemimpin klasemen bisa dipangkas jadi 3 point saja.

Jika melihat sejarah musim-musim sebelumnya, jarak 6 atau 3 point bukan lah hal yang mustahil untuk di kejar Man Utd. Arsenal bahkan pernah surplus 12 dari Man Utd tapi akhirnya bisa disalip.

Hayo Man Utd, kamu bisa!!

Catatan Noraks..!!

Wuih… perkembangan teknologi, khususnya internet emang udah membuat hidup menjadi lebih mudah. Sempet sedih banget karena Astro gak lagi nyiarin liga Inggris, akhirnya rasa kangen buat nonton my favorite club, the one and only, Man Utd akhirnya terobati.

Lewat live streaming di justin.tv (babak 1) dan iraqgoal.com (babak 2), gue bisa kembali menyaksikan anak-anak asuhan Sir Alex bermain secara live di kompetisi BPL. Emang sih, di liga champions juga bisa nonton MU, tapi kalo menurut gue lebih enak nonton yang di kompetisi BPL ketimbang liga champions. Apalagi barusan yang gue tonton adalah pertandingan derby Manchester.

Noraks…mungkin banyak yg bakal bilang gitu, karena ini adalah pertama kali gue nonton bola via inet. Tapi gpp lah, ketimbang gak sama sekali. Walau kualitas siarannya jauh bangat dibawah siaran langsung di TV (sering putus-putus), tapi lumayan lah. btw, emang gitu yah kalo live streaming, atau kualitas sambungan inet gue yg gak bagus (gimana nih Telkomsel????).

Dan yang lebih menggembirakan adalah hasil akhirnya, MU beat Mancit 0-1 di Stadium of Manchester, markas city, lewat gol Rooney.

Glory…glory…glory..Man Utd

Ha..ha..ha… pasti ada yg sebel baca catatan ini.

Terus Dikejar Detlen

Detlen lagi… detlen lagi… itu lah yang mewarnai hari2 gue dalam 2 bulan terakhir. jadwal terbit majalah yg dimaju-majuin membuat tiap minggu jadi minggu detlen. Jadi, gak heran kalo status gue di FB selalu ada unsur detlennya. Padahal seharusnya kan detlen 2 minggu sekali, jadi kalo minggu ini detlen, seharusnya minggu depannya lebih santai. Tapi sekarang, itu dah berlaku. Hari-hari santai yang biasanya bisa gue nikmatin sampai 1 minggu, sekarang cuma 1-2 aja, abis itu kena deltel lagi… nasir…nasir…!

Orang bilang, banyak kerjaan banyak duitnya juga. Tapi sayang, itu gak berlaku buat pekerjaan kantor. walau detlen tiap minggu, gaji yah segitu gitu aja, hiks..hiks..😦
Continue reading “Terus Dikejar Detlen”