We’ll get our thropy’s back

Laga semi final Champions League 2006/2007 akan berlangsung dini hari (25/04-07) nanti. Man Utd akan menghadapi satu-satunya kontestan non premier league di babak ini, AC Milan. Dua kontestan lain adalah Chelsea dan Liverpool yang juga wakil dari primier league. Ini semakin menunjukkan dominasi klub-klub Inggris di benua biru.

 

Man Utd terakhir kali meraih gelar Champions League pada tahun 1999. Kala itu, setan merah memupus harapan wakil Jerman, Bayern Munich yang hingga menit ke 90 masih memimpin 1-0, berkat gol Mario Basler pada menit ke enam. Namun, dimasa injury time (menit pertama dari 3 menit masa injury time), sundulan Teddy Sheringham yang masuk sebagai pemain pengganti (menggantikan Jesper Blomqvist di menit ke-67) membuyarkan harapan para pendukung Munich.

 

teddyheader2.jpg

 

Berkat gol tersebut, harapan pasukan besutan Alex Fergusson untuk meraih tropi ketiganya ditahun tersebut (sebelumnya Man Utd sudah meraih gelar premier league dan piala FA) kembali muncul, setidaknya melalui masa perpanjangan waktu 2 x 15 menit atau malah adu tendangan penalti.
Kenyataannya, Man Utd tidak harus menunggu masa perpanjangan waktu atau malah adu penalti. Gelar champions league berhasil direbut lebih cepat. Pada menit ke 90+3, Ole Gunnar Solskjaer berhasil memanfaatkan kemelut didepan gawang Oliver Kahn dan mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk setan merah, sekaligus memastikan gelar champions league kedua bagi klub asal kota Manchester ini. Sebelumnya, Man Utd pernah meraih gelar champions league (kala itu masih bernama champions cup) pada tahun 1968.

solskjaer-bayern-goal.jpg

 

Sama seperti Sheringham, striker yang dijuluki The baby face assassin ini juga merupakan pemain pengganti dalam pertandingan tersebut. Ole masuk pada menit ke 81 menggantikan Andy Cole.
barctreble.jpg

 

Semoga momen-momen indah tersebut akan terulang dini hari nanti. Go Man Utd!!!

2 pemikiran pada “We’ll get our thropy’s back

  1. Ini waktunya Milan…

    Pertandingan leg kedua di San Siro menunjukkan perpaduan antara kematangan dan ketenangan. Tentu saja didukung kemampuan yang memadai. Milan mampu memainkannnya dengan baik. Gattuso mematikan pergerakan Ronaldo, dan tentu saja Seedorf yang memberikan berbagai kejutan. Milan adalah Milan. Sayang, tropi Champion kali ini jatuh ke Milan he…he….

    Champion adalah Champion. Tetap saja pengalaman, nama besar dan mitos yang lebih dominan.

    Viva Milan.

    Chandra

  2. MILAN TETAP MILAN, TAPI SAYANG MILAN MAINNYA JELEK…POOL GA KAYAK MUYANG MAIN BEGITU CANTIK. aKU YAKIN milan akan kalah karena kaka akan terus merosot permainannya. bayak yang tua sih..dan SO JELAS dong MU yang akan menang dipertandingan selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s