Persaingan Rokok Mild: Berat, Tak Seringan Namanya

Kehadiran A Mild tahun 1989 mengubah lanskap bisnis rokok nasional. Hampir semua produsen rokok ikut meramaikan persaingan di kategori rokok ringan ini. Perang komunikasi dan bajak-membajak tenaga kerja pun tak terelakkan.

Menjelang tutup tahun 1989, industri rokok di Indonesia dikagetkan oleh langkah berani PT HM Sampoerna Tbk. (HMS). Produsen rokok keretek Dji Sam Soe ini meluncurkan produk terbarunya yang tergolong unik. Kenapa unik? Karena produk itu tidak masuk dalam tiga kategori besar rokok yang ada saat itu, yaitu sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Lewat produk yang diberi merek A Mild, HMS membuat sebuah kategori baru: SKM mild.

HMS jelas serius menggelontorkan A Mild. Ia membutuhkan waktu hingga lebih dari dua tahun untuk proses persiapannya. Maklum, saat itu tidak ada benchmark produk yang dapat dijadikan acuan, termasuk di pasar internasional. Yang ada cuma berbagai survei dan riset yang melibatkan konsumen. Termasuk di antaranya, uji buta yang tidak hanya dilakukan sekali, tapi beberapa kali di beberapa kota.

Entah berapa banyak dana yang dikucurkan HMS dalam meracik A Mild. Namun, Putera Sampoerna yang kala itu menjabat Presiden Direktur HMS tetap ngotot untuk dapat menimang bayinya itu. “Sejak awal A Mild sudah dirancang untuk menjadi produk yang tidak ada duanya di pasar domestik,” ungkap Muhammad Warsianto, salah satu tokoh kunci di balik lahirnya A Mild.

amild.jpeg

Putera memang punya ambisi yang besar. Tidak hanya bagi perusahaannya, Putera juga menyimpan ambisi pribadi untuk menghasilkan produk baru yang sukses di pasar. Maklum, sebagai pemegang tongkat estafet di perusahaan keluarganya, Putera boleh dibilang gbelum menghasilkanh, kecuali melanjutkan produk-produk yang telah ada dari generasi sebelumnya.

Di generasi pertama, tahun 1913, Liem Seeng Tee sebagai pendiri HMS melahirkan produk yang hingga saat ini masih menjadi tulang punggung HSM, yakni Dji Sam Soe. Jejak Liem juga diikuti oleh putranya, Liem Swee Ling atau yang lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna dengan meluncurkan Sampoerna A (sekarang dikenal dengan merek Sampoerna Hijau – Red.) tahun 1968. Meski tak sesukses Dji Sam Soe, Sampoerna A mampu memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap total pendapatan HMS.

Nah, Putera yang mulai aktif di perusahaan tahun 1970-an dan mulai memegang tampuk pimpinan tahun 1980-an, hingga saat itu belum menghasilkan produknya sendiri. Padahal dari sisi manajerial, kinerja Putera tergolong sangat bagus. Dialah yang membawa HMS masuk ke kategori SKM dengan investasi yang tergolong sangat besar, yaitu US$ 25 juta. Namun itu belum membuat Putera puas. Pasalnya, di era kepemimpinannya ia belum bisa melahirkan produk yang sukses di pasar.

Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tibalah. Senin, 18 Desember 1989, HMS secara resmi meluncurkan A Mild ke pasaran. Senyum puas tampak jelas di wajah Putera. Bahkan, Putera pun tak ragu untuk membubuhkan nama dan tanda tangannya pada kemasan A Mild.

Kehadiran A Mild tak membuat kompetitor HMS gentar. Mereka bahkan seolah-olah mencibir pada rokok yang mengusung tema komunikasi Taste of the future itu. Parahnya, tidak hanya kompetitor yang mencibir. Konsumen pun memberi cibiran yang tak kalah pedas. Maklum, konsumen yang sudah terbiasa dengan jenis rokok yang sudah ada (SKT, SKM dan SPM – Red.), A Mild dianggap sebagai rokok yang tidak berasa apa pun.

A Mild menghadapi tantangan berat karena konsumen memosisikannya sebagai rokok putih, sehingga kesannya kurang macho,” ungkap Surja S. Handoko, CEO Colman Handoko yang juga mantan Direktur Pemasaran HMS. Penjualan rokok low tar low nicotine (LTLN) dari HMS itu seret. Bahkan, hingga tiga tahun sejak peluncurannya (1992 – Red.), penjualan A Mild masih tertinggal jauh dibanding kategori lainnya. Dari total produksi rokok nasional yang sebesar 152,7 miliar batang (berdasarkan pembelian pita cukai), A Mild hanya memberi kontribusi 0,33%, atau 0,5 miliar batang. Bandingkan dengan SKM reguler yang produksinya mencapai 94,2 miliar batang, atau 61,69% total produksi rokok nasional.

Ini jelas bukan kondisi yang nyaman bagi HMS. Padahal, tidak sedikit sumber daya yang telah gdibuangh untuk mengerek rokok yang memang sama sekali baru bagi industri rokok ini – termasuk di industri rokok dunia — termasuk mengubah kemasan, dari 20 batang menjadi 16 batang. Kendati demikian, Putera tetap yakin dan percaya bahwa A Mild akan berjaya dan menganggap semua itu sebagai angin lalu.

Baru di tahun 1994, A Mild meninggalkan tema kampanye lamanya Taste of the future dan menggantinya dengan How low can you go? Dengan bahasa yang lebih membumi dan agak provokatif, HMS seolah-olah ingin membuat konsumen berpikir ulang tentang produk yang selama ini mereka kenal dan gunakan.

Cara ini terbukti efektif. Tahun 1994, penjualan A Mild melonjak tiga kali lipat — dari sebelumnya hanya 18 juta batang per bulan menjadi 54 juta batang per bulan. Dan seiring bergulirnya waktu, penjualan A Mild pun terus beranjak naik. Tahun 1996, A Mild sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional. Tahun-tahun berikutnya, sepertinya menjadi masa keemasan A Mild atau rokok mild secara keseluruhan. Terakhir (2005), rokok SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% total rokok nasional (lihat Tabel).

Tabel:

Pembelian Pita Cukai Berdasarkan Segmen 1992 – 2005 (dalam miliar batang)

1992

1996

2000

2004

2005

Sumber: wawancara dengan Warsianto.

Meledaknya penjualan A Mild membuat pemain lain kepincut untuk masuk ke kategori SKM mild. Tahun 1997, secara hampir bersamaan, dua musuh bebuyutan HMS: PT Djarum dan PT Bentoel Prima (BP), ikut mencari peruntungan di kategori ini. Djarum mengusung merek LA Lights, sedangkan BP mengibarkan Star Mild.

starmild.jpeg

Masuknya BP ke kategori ini tak lain karena pada saat itu Warsianto, yang punya kontribusi cukup besar dalam proses kelahiran A Mild, sudah mendarat di BP. Seperti halnya di HMS, Warsianto memimpin lahirnya produk baru ini, bahkan dari mulai bentuk proposal. Dengan slogan: Losta masta, Star Mild menantang A Mild, di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung (sebelum dipasarkan secara nasional, awalnya Star Mild hanya dipasarkan di wilayah Ja-Bar – Red.). “Kami ingin menguji seluruh elemen pemasarannya lebih dahulu,” ungkap Ginawati Wibowo, Chief Marketing Office BP.

Jika kandungan tar dan nikotin A Mild adalah 14 mg dan 1,0 mg sehingga berani keluar dengan kampanye How low can you go?, Star Mild lebih rendah lagi, yaitu 12 mg dan 0,9 mg. Ini dijadikan senjata untuk menantang A Mild lewat kampanye bertema: Lower than low. Dan, karena pasar sudah relatif terbentuk, Star Mild dapat lebih cepat diterima pasar. Apalagi posisi harga Star Mild yang berada di bawah A Mild juga sangat cocok dengan kondisi saat itu, di mana krisis ekonomi mulai melanda negeri ini.

Tah heranlah, di tahun pertamanya saja, produksi Star Mild sudah mencapai 754 juta batang; kemudian meningkat menjadi 1,87 miliar batang di tahun 1998; dan 2,9 miliar batang tahun 1999. Tahun 2000, menurut data ritel AC Nielsen, Star Mild telah menguasai 3% pangsa pasar rokok secara keseluruhan, dan semakin dekat dengan A Mild yang menguasai 4,1% pasar rokok nasional.

Kehadiran Star Mild cukup membuat HMS gerah. Namun, HMS tidak kehabisan ide dalam menghadapi Star Mild. Sadar bahwa A Mild bukan lagi yang terendah dalam hal tar dan nikotin, HMS meluncurkan tema kampanye baru yang secara terbuka menyerang para pengekornya, lewat slogan citra (tag line): Others can only follow. “Slogan ini bertujuan untuk semakin mengokohkan leadership A Mild di pasar rokok mild Indonesia, karena semakin banyaknya merek rokok mild baru yang bermunculan,” ungkap Sendi Sugiharto, Kepala Kategori LTLN HMS.

Melihat perkembangan Star Mild yang cukup oke, kuartal ketiga tahun 1999 BP memberanikan diri melempar produk mild keduanya, Bentoel Mild. Bahkan, produk ini diposisikan untuk langsung berhadapan dengan A Mild dan LA Lights, setidaknya dari sisi harga.

Memasuki era tahun 2000-an, pertarungan di segmen SKM mild kian ramai. PT Gudang Garam Tbk. (GG) yang sebelumnya seperti tidak berminat untuk masuk ke kategori ini akhirnya tak kuasa menahan godaan potensi pasar kategori yang memang terus berkembang ini. Pada September 2002 GG resmi melepas Gudang Garam Surya Signature. gSudut pandang bahwa GG terlambat dalam memasuki segmen SKM mild saya kira perlu diluruskan. Apakah menjadi keharusan bagi produsen rokok memasuki segmen SKM mild? Kalau benar, apa dasar yang melandasinya?h ungkap sumber SWA di GG dengan nada kesal.

Diakuinya, segmen SKM mild memang berkembang. “Tapi itu kan baru beberapa tahun belakangan. Jangan lupa, dalam menggembala A Mild, HMS harus berada dalam kondisi merugi sekitar 7 tahun, terhitung sejak dilahirkan,” ungkapnya lebih lanjut.

Dia menambahkan, dalam meluncurkan produk baru, GG menerapkan asas kehati-hatian dan tidak berpikir pada kerangka emosional. Karenanya GG tidak mau latah untuk langsung terjun ke segmen SKM mild begitu tahu pemain lain memasuki segmen itu. Saling bertempur menggunakan strategi komunikasi sama, maka otomatis akan ada yang bakal jadi korban. “Sudah energi dan dana yang dikucurkan tidak sedikit, eh malah hancur lebur,” ujarnya. Karena itu, menurutnya masuknya GG ke SKM mild tahun 2002 merupakan waktu yang tepat, di mana pasar SKM mild sudah benar-benar berkembang. “Jangan sampai ketika GG masuk, ternyata besaran pasarnya hanya semu. Tidak sebesar sebagaimana citra yang ditampilkan oleh produsen sebelumnya. Kalau itu yang terjadi, kehadiran GG justru makin mendongkrak popularitas sang pendahulu,” ia menjelaskan.

Karena itulah, GG tidak sembarang memasuki segmen SKM mild. Jika pemain lain masuk dengan ukuran diameter slim, GG menawarkan hal baru, SKM mild diameter reguler. Pembeda ini, menjadikan GG tidak bertempur head to head dengan HMS, BP ataupun Djarum. “Jika semua menjadikan anak muda sebagai target pasar. Kami menyasar kalangan di atasnya, yakni eksekutif mapan. Kalau diandaikan dengan manusia, umurnya berada di atas 30 tahun,” ia menguraikan.

Harus diakui, kategori SKM mild memang punya daya magnet yang luar biasa. Tak terkecuali produsen rokok gkecilh sekelas Nojorono pun turut gberjudih di kategori ini. Setelah berhasil membujuk Warsianto untuk turun gunung (setelah lepas dari BP, Warsianto sempat pensiun – Red.), perusahaan asal Kudus yang menggunakan bendera PT Nojorono Tobacco Indonesia (NTI) ini pun ikut meramaikan pesta mild lewat merek Clas Mild.

clasmild.jpeg

Dibanding rokok mild lainnya, Clas Mild menyasar konsumen yang lebih bawah. Kondisi makroekonomi yang belum pulih benar akibat dihantam krisis tahun 1997, sepertinya menjadi pembenaran bagi NTI yang mengklaim memberikan perceived value yang lebih kepada konsumen, walaupun harganya relatif lebih murah. Clas Mild pun mendapat sambutan yang sangat baik dari konsumen.

Kehadiran Clas Mild ternyata cukup mengusik posisi Star Mild. Untuk menghambat Clas Mild, BP pun mengambil manuver berani dengan meluncurkan rokok mild ketiganya, X Mild yang dari posisi harga sengaja dirancang setara dengan Clas Mild.

Toh, menuver itu tidak banyak berarti. Clas Mild terus melambung. Puncaknya, pada pertengahan 2005, Clas Mild bertengger di posisi kedua kategori SKM mild dengan menggeser Star Mild yang sudah sekian lama duduk di posisi itu. Sebuah prestasi fenomenal yang belum mampu dilakukan oleh saudara sekotanya yang sebenarnya punya amunisi jauh lebih banyak, Djarum.

Upaya yang dilakukan Djarum untuk melambungkan LA Lights bukan tidak ada. Segala daya dan upaya sudah dilakukan. Tema komunikasinya pun berulang kali diubah. Demikian pula dengan uang gdibuangh yang jumlahnya tidak sedikit. Toh, LA Lights tak kunjung lepas landas, malah selalu dilangkahi oleh produk-produk lain yang muncul belakangan, termasuk Clas Mild yang dari sisi perusahaan tidak ada apa-apanya dibanding Djarum.

Tak hanya BP yang waswas melihat pergerakan Clas Mild. HMS yang begitu percaya diri pun melakukan manuver untuk membendung Clas Mild. Dengan menggunakan kendaraan PT Asia Tembakau, HMS mendarat di pasar SKM mild level bawah lewat merek U Mild. Namun demikian, HMS mengelak jika U Mild disebut sebagai fighting brand bagi A Mild. “Seperti hadirnya Sampoerna Hijau yang sama-sama SKT dengan Dji Sam Soe. Jadi tidak benar U Mild lahir sebagai fighting brand A Mild, tetapi demi meramaikan pangsa pasar rokok mild, khususnya yang menyasar kelas B-C. Alasan lain, demi semakin mengokohkan HMS sebagai pemimpin pasar di kategori rokok mild di Indonesia,” kilah Sendi.

Terakhir, di penghujung tahun 2005, Djarum menunjukkan rasa penasarannya untuk menaklukkan – setidaknya bicara banyak – di kategori ini dengan meluncurkan Djarum Super Mezzo. Nama besar Djarum Super tetap disertakan untuk membuat produk ini langsung take off mengikuti jejak produk andalan keluarga Hartono itu. Kehadiran Mezzo semakin memperpanjang deret merek rokok mild yang kabarnya telah menembus angka 100 merek – termasuk yang diproduksi oleh home industry.

Apa rahasia kesuksesan Clas Mild? “Kami tidak pernah main-main dalam hal kualitas. Rokok adalah sebuah produk rasa. Keberhasilan produk rokok dapat diterima pasar sangat tergantung pada kualitas rasa yang ditawarkannya,” tutur John Dharma J.K., Direktur Pemasaran NTI. Selain itu, NTI juga sangat memperhatian citra produknya. Karena itu, kendati dari sisi harga posisi Clas Mild berada di bawah produk lainnya, tema komunikasi yang diusungnya tidak kalah. “Memang, upaya-upaya promosi yang kami lakukan hampir mirip dengan apa yang dilakukan kompetitor. Tetapi, kami tetap punya ciri khas yang membedakan dari rokok mild sejenis,” tukas John.

John menjabarkan, sama seperti pemain lainnya, Clas Mild juga banyak bermain dengan event. Namun, yang membedakan adalah pemilihan lokasi penyelenggaraan event itu. “Kami sering kali membuat event di tempat yang tidak biasa, misalnya di atap gedung pencakar langit,” ujarnya. Dengan menggelar event-event seperti itu, citra Clas Mild akan terangkat jauh lebih tinggi ketimbang aslinya. Bahkan, NTI pun tak ragu untuk membawa Clas Mild ke tempat nongkrong paling beken bagi anak muda Jakarta: Hard Rock Café (HRC), dengan mensponsori acara andalan HRC, I Like Monday.

Demikian juga dengan TV Commercial yang ditampilkan Clas Mild sama sekali tidak mencirikan bahwa produk ini ditujukan untuk segmen menengah-bawah. “Rokok mild punya target audiens yang sama dari demografi, tapi masing-masing merek mencoba mencari psikografi yang agak berbeda,” kata Andoko Darta, General Manager Adwork! EuroRSCG. Maka tak heranlah, masing-masing merek rokok mild ini keluar dengan tema iklan yang berbeda-beda, sesuai dengan target konsumen yang dibidik dan juga citra yang diharapkan tercipta dari komunikasi yang dilakukannya.

Dia mengatakan, sebagai pelopor di kategori ini, A Mild bisa menunjukkan kepemimpinannya. A Mild selalu tampil dengan iklan-iklan yang out of the box, dengan tema-tema yang sama sekali berbeda dari mainstream produk rokok.

Iklan memang menjadi arena perang tersendiri bagi kategori rokok mild. Setiap pemain dengan gagah berani menggelontorkan uang miliaran rupiah untuk mengomunikasikan produknya di berbagai media, utamanya televisi. Tahun 2005, menurut catatan Nielsen Media Research ratusan miliar rupiah dihabiskan para pemain di kategori rokok mild ini.

Sebagai pemimpin pasar, A Mild juga memimpin dalam besaran dana yang dikeluarkan untuk promosi above the line. Tak kurang dari Rp 144,16 miliar dihabiskan HMS untuk mempromosikan mereknya di berbagai media. Dengan dana sebesar itu, harus diakui, A Mild memang lebih bernyali dibanding pemain lainnya dalam hal beriklan. Pasalnya, jumlah dana yang dikeluarkan pemain lain tidak mencapai separuh dari yang dikeluarkan A Mild. Clas Mild hanya mengucurkan Rp 61,63 miliar; Star Mild Rp 58, 89 miliar; LA Lights Rp 57,07 miliar; U Mild Rp 50,06 miliar; dan X Mild Rp 41,84 miliar.

Dominasi A Mild dalam belanja iklan nantinya mungkin akan disaingi oleh Mezzo, produk terbaru Djarum. Tahun lalu Mezzo memang hanya menggelontorkan Rp 20,26 miliar. Namun, itu hanya dalam waktu dua bulan (November dan Desember – Red.). Dan jika bercermin pada keberanian Djarum dalam beriklan, rasanya bukan tidak mungkin Djarum bakal mengguyurkan dana yang sangat besar untuk mendukung Mezzo. Gejalanya sudah terlihat di awal tahun ini. Pada Januari 2006, Mezzo tercatat sebagai merek yang belanja iklannya terbesar di kategori mild, yaitu Rp 6,97 miliar.

Walau bukan satu-satunya faktor, ujung-ujungnya iklan harus bisa meningkatkan penjualan,” ujar Andoko. Karenanya, Andoko menyarankan agar para pemain untuk juga melakukan pascastudi untuk mengukur efektivitas iklan yang sudah dilakukannya. Misalnya ketika iklan sudah berjalan tiga sampai 6 bulan, dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah konsumen memahami pesan yang disampaikan dalam iklan itu. “Sayangnya jarang yang melakukan post study ini,” kata Andoko.

Selain iklan, event — khususnya event musik menjadi arena perang produk mild — hampir setiap merek mempunyai atau setidaknya menjadi sponsor pada ajang musik tertentu, baik event outdoor maupun tayangan TV. Aktivitas yang lagi-lagi dipelopori oleh A Mild ini boleh dibilang sangat mengena dengan target pasar rokok mild, yaitu anak muda. Tak heranlah, dalam menggelar aktivitas ini pun terjadi persaingan yang sangat kental.

Di samping banyak event lainnya, Soundrenaline merupakan andalan kami. Ini semacam kegiatan musik woodstock-nya Indonesia,” kata Sendi bangga. Terakhir, A Mild menjadi sponsor utama penyelenggaraan konser tunggal penyanyi legendaris Lioner Richie.

Clas Mild sebagai pendatang baru pun tak kalah agresif dalam menyelenggarakan pagelaran musik. Di samping acara-acara rutin, seperti I Like Monday di HRC yang sudah masuk tahun ketiga, dan berbagai acara reguler lainnya, Clas Mild juga berani muncul pada acara berskala besar. Terakhir Clas Mild menjadi sponsor utama konser 3 Diva yang menampilkan tiga penyanyi wanita terdepan di negeri ini, Krisdayanti, Ruth Sahanaya dan Titi D.J.

Menurut Ruby Chandra Lionardi, Manajer Merek X Mild, kesamaan cara promosi yang melulu melalui jalur musik, merupakan ground untuk memudahkan masuk ke pasar. Alasan lainnya, musik dianggap merupakan cara komunikasi yang universal. “Lebih click dengan mereka (kaum muda – Red.),” ujar Ruby. X Mild sendiri menggeber promosinya lewat X Mild Noize Trailer Tour. Mengendarai truk trailer, X Mild berkeliling ke seluruh pelosok Nusantara. Di atas trailer itulah digelar pertunjukan musik rock hingga 100 kali di tahun lalu dengan menggandeng rocker-rocker Indonesia. Ada pula penayangan X Mild Noizze Ngejam di Global TV yang sudah berjalan mulai tahun lalu. “Yang tampil artis-artis rock, karena artis rock lebih ekspresif,” sambungnya.

Ginawati menambahkan, kendati sama-sama menggunakan musik, tetap saja target yang ingin dicapai berbeda-beda. “Sama-sama musik, tapi jiwanya disesuaikan dengan segmennya,” ia menuturkan. Walau begitu, lanjutnya, musik hanya menjadi salah satu kendaraan, masih ada kendaraan lain seperti olah raga dan berbagai kegiatan lainnya. Contoh, yang dilakukan Star Mild dengan Crush Bone Basket Ball.

Pertarungan di kategori rokok mild juga tak terlepas dari praktik bajak-membajak tenaga kerja. Yang paling menarik adalah gpertukaranh tokoh kunci antara BP dan HMS. BP menarik Surja S. Handoko dari HMS, sedangkan Sendi Sugiharto dari BP menyeberang ke HMS. Uniknya, sebelum mendarat di BP, Surja lebih dulu melakukan pendekatan untuk menarik Sendi dari BP. Namun kenyataannya, Surja lebih dulu hengkang ke BP sebelum Sendi mendarat di HMS.

Di samping dua nama tersebut, Warsianto sebagai arsitek rokok mild juga jadi perebutan. Kendati tidak lewat proses bajak- membajak, Warsianto hingga saat ini telah merasakan bekerja di tiga perusahaan rokok yang menjadikan mild sebagai andalannya, yaitu HSM, BP dan NTI yang bertahan hingga saat ini dengan jabatan Penasihat Senior.

Agresivitas pemain-pemain di kategori rokok mild sangat bisa dimengerti. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, kategori ini merupakan yang paling tinggi pertumbuhannya. Bahkan, bagi HMS, sejak tahun 2004, A Mild menjadi kontributor terbesar dari segi volume dengan mengalahkan Dji Sam Soe yang sudah puluhan tahun menjadi kontributor terbesar, yaitu lebih dari 30%. Namun, dari segi profit, A Mild memang masih kalah dibanding Dji Sam Soe. Pasalnya, cukai SKT memang jauh lebih kecil ketimbang SKM, yaitu 22% berbanding 40%.

Gemerlap persaingan rokok mild bukan tak menelan korban. Memang dari merek-merek yang dikeluarkan produsen besar hampir semuanya masih tetap beredar. Akan tetapi, kinerja penjualannya tidaklah sebaik yang diharapkan. Ambil contoh Bentoel Mild. Kendati masih tetap bertahan, merek ini nyaris tak terdengar. Bahkan, BP sendiri sepertinya sudah mengabaikan merek yang menyandang merek korporatnya sendiri. “Kami perusahaan publik yang harus memilih untuk memprioritaskan merek yang kami miliki. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk mendukung total Star Mild dan X Mild. Pada akhirnya kami harus memilih di tempat yang memberikan return tertinggi,” papar Ginawati diplomatis.

Hal yang sama sepertinya juga dialami GG. Saat ini Surya Signature juga tidak mendapat dukungan yang berarti. Bahkan menurut data Nielsen Media Research, di tahun 2006 (hingga Januari – Red.), GG tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk mengomunikasikan merek barunya itu. Namun demikian, sumber SWA di GG mengelak jika Surya Signature dikatakan gagal. Kendati enggan menyebutkan angka, ia mengatakan bahwa penjualan Surya Signature terus meningkat, khususnya untuk varian yang berwarna merah. “Untuk Surya Signature Biru memang agak seret. Mungkin pasar sudah memersepsikan bahwa ukuran mild adalah slim,” tukasnya.

Wismilak Slim setali tiga uang. Alokasi bujet untuk produk ini terus menurun dari tahun ke tahun. Dan seperti Surya Signature, hingga Januari lalu, produk ini sama sekali tidak melakukan kegiatan above the line. Ini bisa dilihat dari belanja iklannya yang nol pada periode itu. Wismilak belakangan malah semakin rajin mempromosikan produk cerutunya, meski pasarnya sangat niche.

Seleksi alami memang selalu berjalan. Nantinya, hanya produk yang benar-benar punya karakter yang akan bertahan hidup. Hingga hari ini, A Mild masih kokoh duduk di singgasananya dengan penguasaan pasar sekitar 50%. Layak dicermati, akankah Star Mild mampu merebut kembali predikat runner up yang dulu akrab dengannya dari tangan Clas Mild. Dan, ada baiknya kita tunggu kelanjutan dari perang sengit di kategori rokok ringan ini.

Artikel ini dimuat di Majalah SWA edisi 08/2006, 20 April 2006

About these ads

125 responses to “Persaingan Rokok Mild: Berat, Tak Seringan Namanya

  1. Artikel tentang persaingan produk rokok SKM Mild memang selalu menarik. Produk SKM Mild merupakan satu-satunya kategori produk rokok kretek yang mempunyai laju pertumbuhan paling tinggi dibandingkan dengan SKM reguler yang cenderung menurun, ataupun juga SKT yang cenderung stagnan.
    Ada beberapa hal yang sebenarnya perlu menjadikan perhatian, khususnya bagi pengamat industri rokok kretek. Pertama, taste produk SKM Mild adalah “in between” SKM reguler dan SPM. Dengan laju pertumbuhan SKM Mild tinggi, serta konsumen kalangan usia muda, entah berapa tahun lagi, SKM reguler maupun SKT – yang merupakan produk khas Indonesia” akan semakin menyusut dan bukan tidak mungkin akan sirna, seperti halnya dengan rokok klobot yang pernah berjaya pada waktunya. Disamping itu, karena faktor taste pula, mudah terjadi switching dari SKM Mild ke SPM, apalagi pemain SPM kebanyakan adalah pemain kelas dunia. Ini merupakan mimpi yang menyeramkan bagi industri rokok kretek Indonesia.
    Kedua, Dari sisi penggunaan bahan baku, khususnya jenis tembakau tertentu, karena SKM Mild, yang dimotori oleh Sampoerna A Mild, tidak menggunakan tembakau tertentu karena alasan taste, misalnya tembakau temanggung dll, maka di masa depan petani tembakau temanggung tampaknya mesti bersiap-siap alih komoditi, hal yang tidak mudah mengingat mereka telah melakukan budidaya tembakau secara turun temurun.
    Ketiga, karena peraciknya relatif sama, produk dari HMS, BP maupun NTI mempunyai citarasa yang kurang lebih sama. Akibatnya, produk SKM Mild dari ketiga produsen tesebut dapat terjebak mejadi produk komoditi, karena switching barrier yang relatif rendah. Kunci persaingan hanya ada pada aspek brand dan pricing management. Dari sisi konsumen, juga produsen lain, sebenarnya hal ini merugikan, karena tidak ada pilihan dan juga tidak ada added value dari segi taste yang menjadi kunci sukses produk rokok. Sebagai contoh adalah Djarum Super dan Gudang Garam Surya, masing-masing mempunyai konsumen yang relatif loyal, karena taste masing-masing brand tersebut mempunyai ciri khas tersendiri. Product concept Djarum Super Mezzo, sebenarnya menarik, mempunyai citarasa khas Djarum Super yang berbeda dengan type SKM Mild yang ada saat ini (Samp A Mild, Clas Mild, X Mild dll), namun tampaknya konsep ini tidak masuk dalam benak konsumen, sehingga relatif produk tersebut tidak berhasil di pasar, padahal sebenarnya bila produk ini berhasil, maka konsumen akan mempunyai pilihan taste lain walaupun tetap dalam kategori LTLN, dan untuk jangka panjang akan meredam “mimpi buruk” atau setidaknya memperpanjang napas industri kretek di Indonesia dan pihak yang terkait dengan industri ini. Masalahnya adalah siapa yang akan melakukan “kegilaan” seperti Putra Sampoerna, bertahan melawan arus namun tetap berani mengucurkan dana untuk “mendidik” konsumen ?
    Keempat, terlepas dari sepak terjang SKM Mild, saya pribadi tidak setuju dengan pendapat bahwa persaingan SKM Mild sedemikian tingginya. Dalam kenyataan justru SKT-lah yang mempunyai persaingan yang tinggi. Mengapa ? Dari segmen pasar, konsumen SKT umumnya golongan ekonomi menengah ke bawah dengan penghasilan terbatas. Dari sisi produsen, teknologi dan investasi produksi rokok SKM Mild jauh lebih tinggi dibandingkan dengan SKT yang relatif dapat dilakukan setiap orang dengan modal seadanya dengan skala home industry. Ini berarti entry barrier produsen SKT lebih rendah daripada SKM Mild. Akibatnya pemain SKT bejibun, yang berarti produk yang ada di pasarpun menjadi ribuan merk. Secara ekstrim, dapat dikatakan setiap hari akan muncul produk SKT baru di pasar. Berbeda dengan pemain SKM Mild yang membutuhkan investasi dan teknologi tinggi, pemain bisa dihitung dengan jari, sehingga peta kekuatan produsen dapat lebih mudah dibaca, begitu pula dengan persaingannya.
    So, persaingan internal produk SKT dan SKM Mild ? Jawabnya mudah ditebak.

  2. Mohon sy diberi data penjualan yang paling relevan mengenai penjualan rokok rokok MILD antara lain dari SAMPOERNA,GUDANG GARAM, DJARUM ,BENTOEL tahun2004 – 2006.
    Data ini sebagai referensi saya dalam mengerjakan SKRIPSI.

  3. untuk Putra Fajar, silahkan Anda kontak ke bagian riset SWA di (021) 352 3839. Saya tidak tahu pastinya, tapi kemungkinan data tersebut ada pada kami.

    Thx

    • om taufik,kok no yang anda sebutkan itu tidak mau memberikan responnya? apakah ada prosedur seperti harus membawa surat dari kampus untuk meminta datanya?
      terimakasih…

  4. mohon sya diberi kantor marketing perusahaan rokok Mild yang mendukung event musik dan olahraga ekstrim!!!
    untuk mensponsori acara kami!!!
    tlp ke
    93799395

  5. Mohon saya diberitahu nomor telp / contac person marketing perusahaan rokok yang mendukung event dan pameran, karena saya punya banyak program acara yang akan berjalan……TQ yaaaa.

  6. saya adalah pemerhati perkembangan rokok.Saya ingin ulasan tentang rokok Marlboro Filter Kretek Mix 9 yang ingin menembus tembok yang telah di bangun Djarum dan GG. Bagaimana STP rokok ini dan peluangnya thanks

  7. mohon saya diberikan data peringkat rokok-rokok diindonesia yang terkenal yang berada dalam peringkat 10 terbesar.saya membutuhkan ini karena akan menjadi refrensi skripsi saya. terima kasih atas bantuannya.

  8. seberapa besar brand awareness (popularitas merk) rokok A Mild, Star Mild dan Clas mild masing 2 dalam persaingan rokok mild

  9. saya mohon pada pembaca semua, dalam rangka mengerjakan skripsi saya, saya butuh referensi tentang “rokok yang berkualitas adalah:”
    jadi saya harapkan dengan sangat bantuan dari semua pihak yang mengetahuinya…!! terima kasih…

  10. aku lagi mau bikin thesis, tentang wanita dan tembakau. So, aku butuh banget data-data :
    1. Peningkatan perokok wanita
    2. Gaya hidup, rokok dan wanita..

    Ada yang punya gak ya??

  11. Setuju dengan pendapat Pak Irianto, persaingan SKT justru lebih ketat terutama untuk level rokok kecil.
    Memperhatikan SKT di Indonesia sekarang ini, memang kelihatan ada penurunan karena image SKT adalah untuk orang tua tetapi Sampoerna berani mempelopori iklan Sampoerna Hijau dengan menggunakan “Geng Ijo” yang mencitrakan persahabatan diantara anak muda jadi paling nggak stigma SKT hanya untuk orang tua berusaha dipupus, kemudian diikuti dengan GG merah yang iklannya juga menggunakan anak muda.

  12. met siang. saya devi handayani. untuk akhir tahun ini saya punya acara music untuk mencari band-band berbakat tetapi dengan tidak melupakan unsur budaya daerah. rencananya saya akan mengadakan festifal band dan menyisipkan acara kesenian tradisional. untuk itu saya mohon bantuan untuk memberikan alamat kantor, email ataupun contact person yang dapat mensponsori acara ini. mohon bantuannya. dan saya selanjutnya saya akan memberikan proposal acara tersebut. tolong kirim email ke viekha_campbexs@yahoo.com atau telpon ke 0856 9223 7368.
    thanks ya

    devi handayani

  13. saya minta data market sharenya industri rokok indonesia thn 2006 & 2007 donk!!!sama 10 perusahaan terbesar di industri rokok indonesia!!!thx

  14. bos..! ini kayak rangkuman berita exlusive, terus anda ambil kesimpulan berdasarkan ilmu marketing yang udah ” lAZIM”. Gue kira ada sesuatu yang lebih. Gue tunggu yang lebih “Deepllyyyy”..he..he

  15. Mohon kiranya kepada pimpinan PT.NTI ( PT.DELTA INTERNUSA ) Sebagai distributor Rokok Clas mild di ACEH khususnya,Tolonglah diperhatikan kesejahteraan Karyawan-karyawan khususnya untuk daerah Aceh.
    terima kasih atas perhatiannya

  16. saya sedang mencari sponsor untuk acara kampus. mohon kiranya saya
    diberi alamat marketing mild untuk mengajukan proposal.
    hub saya ke 085710103061.
    saya sangat berharap banyak dan terima kasih

  17. boleh ga saya minta data tentang peta persaingan rokok mild di indonesia tahun 2005-2007 untuk bahan dasar skripsi saya.kalau bisa per kategori umur dari target marketnya.sekalian konsep yang ingin diusung oleh masing-masing rokok mild tersebut.
    thanx banget ya butuh banget nih tapi susah banget nyari datanya.

  18. mohon informasi strategi pemasaran dan marketing dari perusahaan rokok di indonesia ? Dan Strategi jitu seperti apa yang harus digunakan dalam strategi sales & marketing untuk menang dari kompetiter dan mencapai disrtibusi dengan baik…

  19. Ping-balik: Whaddup, A? « Hariadhi

  20. tolong dong kasih saya daftar perusahaan rokok yang ada di indonesia beserta jenis-jenis produk yang sudah diluncurkan.
    semua jenis perusahaan baik skala kecil maupun yang besar.

  21. @ stephanus
    silahkan hubungi bagian riset majalah SWA di (021) 3523839, kebetulan kami pernah mengulas tentang rokok-rokok daerah.
    Terima kasih

  22. Salam kenal,
    Saya sangat membutuhkan alamat produsen rokok dan contact personnya . karena saya ingin mengajukan proposal untuk event di januari 2008, tolong saya karena hal ini sangat sangat membantu untuk kelanjutan kerja saya sebagai seorang karyawan.
    toloong, terima kasih

  23. mengapa dalam penjualan rokok yang diproduksi sampoerna yaitu A mil, U mild, dan sampoerna.masing2 produk tersebut bersaing sendiri2 padahal mereka dalam satu produksi yaitu SAMPOERNA??????

  24. bang, tolong dong kalau punya data 10 besar produsen skm mild dan produknya, market share masing-masing, strategi yang dipakai mereka n peringkat konsumen skm mild dikategori usia & pekerjaan, matur sembah nuwun

  25. Dear Pak Taufiek,

    Bisa dibantu info lebih lanjut (karena di tulisan Anda tidak disampaikan) a.l:
    1. Market share saat ini 2007 petanya bagaimana? A mild VS Class Mild VS Star Mild VS U Mild?
    2.Ada detil data mengenai STP Marketing Strategy mereka di atas?
    3. Apakah ada blog atau info lebih lanjut mengenai Bp. Warsianto (SIAPA & PEMIKIRANnya?)
    4. Apakah Bapak punya artikel/tulisan mengenai pertempuran bisnis di SKT dan SKM reguler, misal: MINAK DJINGGO vs JARUM vs Gd Garam ???
    5. Apk ada ulasan khusus mengenai sepak terjang CLAS MILD (dilihat dari sistem distribusinya,

    Note : bisa dibantu cepat infonya ??? KARENA Jumat (28 Des) saya ada diskusi dengan teman. Tks atas bantuan Bapak

  26. salam..
    mas bs minta tolong tuk artikel,info, promo event,serta market share produk GG terbaru yi. Surya Slims
    ak tertarik dengan artikel mas Teguh S. Pambudi dari majalah SWA tentang surya slims menjadi “HARAPAN TERAKHIR” PT. Gudang Garam setelah terseok2 akibat penurunan laba dalam kurub waktu 2 tahun terakhir. tolong dibantu trims.

  27. pak ada artikel atau masukan apapun yang berkenaan dengan judul skripsi saya yang berjudul “pengaruh sponsorship event terhadap citra produk rokok” jika ada tolong infonya..
    terimakasih…

  28. Permisi Pak Taufik,

    Saya membaca beberapa pesan di atas menginginkan informasi tentang perusahaan rokok sebagai sponsor untuk event.
    Nah, yang saya ingin tanyakan…apakah ada mas…datanya…karena kampus saya juga akan mengadakan acara serupa. Apalagi kalau ada contact personnya. Perfect! Hahaha…Boleh saya pinjam datanya sebentar?
    Janji, akan saya kembalikan.

  29. Mohon maaf kepada semua pembaca yang menanyakan kontak person dari para pemasar rokok, karena satu dan lain hal, saya tidak bisa memberikannya. Silahkan melalui jalur umum dengan mengontak perusahaan-perusahaan tersebut.

    Saya hanya sebatas membatu memberikan alamat dari dua perusahaan yang kebetulan saya punya.

    PT HM Sampoerna Tbk
    Plaza Bapindo, Mandiri Tower, 18th Floor
    Jl. Jend. Sudirman kav. 54-55
    Jakarta 12190
    Telp. + 62 21 526 62 87
    Fax. + 62 21 526 66 46/56

    PT Bentoel Prima
    Menara Rajawali
    Jl Mega Kuningan Lot #5,1
    Kawasan Mega Kuningan, Jakarta 12950
    Telp. +62 21 5761718
    Fax. +62 21 5761388

  30. Persaingan antara industri rokok sangat menarik sekali untuk diperhatikan. Perlu diingat, bahwa persaingan tersebut bukan hanya datang dari sesama pebisnis terhadap industri tersebut, namun juga dari para penggiat terhadap usaha ‘pelarangan’ merokok dan ‘bahaya’ merokok.

    Mungkin ada benarnya seperti diulas M. Galdwell dalam bukunya “Tipping Point” tentang pertumbuhan konsumen/perokok sekalipun usaha untuk mempromosikan bahaya tehadap rokok semakin gencar dibuat. Alh- alih, hingga pencantuman akan bahaya tersebut disebutkan dalam kemasan atau bagian akhir dari iklan media televisi terhadap produk tersebut, sekalipun pada saat yang lain dicantumkan sebagai ‘penyantun yang baik hati’ terhadap mata acara yang disirkan (misal: acara sepakbola atau olahraga).
    Konyolnya: Bagaimana kalau kita usulkan kepada pemerintah untuk
    memaksa produsen rokok untuk mencantumkan :
    “AWAS INI RACUN BERBAHAYA”, sementara pelbagai aktifitas yang berkenaan dengan olahraga mengikutsertakan mereka sebagai “SINTERKLAS”. Maka, ceritanya mungkin seperti apa yang dikatakan Steven D. Levitt & Steven J. Dubner dalam “Freaknomics”..: Why Do Drug Dealers Still Live with Their Moms. he he he….

    • Saya kurang setuju dengan usulan tersebut , melihat perkembangan dan pelonjakan tingkat penjualan rokok dari tahun ke tahun yang pasti banyak sektor pemasukkan negara dalam negeri dari industri rokok , sebaiknya slogannya adalah “JANGAN PAKAI SUBSIDI KARENA MENGANDUNG NIKOTIN”
      Salam.

  31. quality control dari salah satu pt rokok sangat lemah dan saya ada bukti yang kuat di tangan saya bagi kawan2 yg ingin membantu harap hubungi saya di 08170766657

  32. Kepada Bpk. Taufik

    Saya Fazly mahasiswa periklanan Interstudi yang sedang mengerjakan skripsi tentang Djarum Super Mezzo, MOHON dengan Sangat bapak dapat memberikan saya data Market Size & Market Share dari produk rokok jenis mild boleh yang tahun 2006 atau kalau ada yang 2007… Terima kasih banyak pak,

    thx, fazlyachmad12@yahoo.com

  33. saya minta data tolong untuk diberi data penjualan rokok sesuai dengan peringkat penjualan di indonesia dari 5 tahun terakhir guna referensi skripsi saya.
    terima kasih sebelumnya

  34. pak Taufik , mohon bantuannya untuk data persaingan antara gudang garam dengan rokok lainnya sejak diluncurkannya gudang garam surya signature tahun 2002 untuk jenis produk nya.rokok mana yang menduduki peringkat teratas hingga peringkat dibawah . terima kasih banyak.

  35. Dear mr Taufiq!
    saya mau memperluas usaha, bagaimana caranya agar saya dpt sponsor dari pabrik rokok/DJARUM/GG untuk memperluas USAHA saya, alamat email dan web,…
    saya ajukan PROPOSAL usaha saya,..
    thaxs atas bantuannya
    ADI
    081331310626
    iwan_0977@yahoo.co.id

  36. tolong berikan alamat kantor pemasaran star mild di pulau batam. kelihatannya pasar dibatam untuk produk rokok tsb tidak sebesar pesaing2nya,ada survey mengenai hali ini ?

  37. eit, sel;ebihnya juga perlu diketahui bahwa saya adalah seorang yang consen terhadap EO n saat ini kita sedang dalam pembuatan sebuah produksi event yang kita piqir sejalan dengan brand image star mild. tolong contact person, kantor biro/cabang atau apapu istilahnya yang ada di pulau batam. tengkyu banget….

  38. mohon di beri data yang lengkap dari tahun 2003-2007, dari produk rokok gudang garam,hm sampoerna,bentoel,djarum. buat tugas kuliah,kalau bisa data akumulasinya saja, terima kasih sebelumnya

  39. selamat malam pak taufik
    saya adalah mahasiswa ubaya fakultas manajemen pemasaran
    saya amat tertarik untuk mengambil perusahaan anda menjadi obyek skripsi saya.
    saya mohon kesediaanya untuk bantuannya dalam penyelesaian skripsi ini.
    untuk itu saya ingin tau berapa persen rokok a’mild mencakup pasar
    dan siapa pesaing terbesar serta berapa persen pasar yang pesaing itu cakup.
    untuk bantuannya
    saya ucapkan banyak terima kasih

  40. salam kenal buat A,mild,moga tambah sukses terus,kami dari anak tulungagung minta pro,osinya dari A.mild caranya gi mana…?web kami bs di buka di http://www.cluboblo.blogspot.com,kami minta bantuan ma A.mild,bisa menerima club kami,karena selama ini club kami belum punya sponsor,

    CLUB KAMI PUNYA:
    MAKSUD dan TUJUAN

    Kedalam:
    1. Memperkenalkan ”CLUB OBLO” ini pada masyarakat umum yang selama ini di jadikan bahan bicara bagi public.
    2. Menyaring, mengasah, dan memberikan petualangan di setiap event yang kami kerjakan.
    3. Mengembangkan ide-ide dan kreatifitas komunitas montor Tulungagung.
    4. Kami menyelanggarakan club ini untuk menyatukan tali silaturohmi antar pemuda atau club motor.
    5. Guyub rukun.

    Kegunaan:
    1. Mengenalkan lebih dalam ”CLUB OBLO” ini kepada masyarakat
    2. Mengembangkan dan membentuk ”CLUB OBLO” yang kreatif, inovatif, cinta damai, dan guyub rukun.
    3. Menumbuhkan ide-ide dan kreatifitas komunitas montor Tulungagung.
    4. Menyelenggarakan tali silaturohmi,damai antar sesama umat atau antar sesama club motor lainya.
    5. Guyub rukun untuk membantu antar sesama umat.

    IV. JENIS KEGIATAN

    Adapun rangkaian kegiatan ini adalah sebagai berikut:

    1. Touring.

    Merupakan ajang mengasah keberanian dan kemandirian dalam berpetualang juga bersosialisasi ke berbagai daerah yang rawan bencana.

    2. Hiburan Band.

    Suatu perwujudan aktifitas generasi muda dan untuk mengekspresikan ketrampilan dan kemampuan secara positif.

    3.Solidaritas atau Bakti sosial.
    Kami segenap club oblo,siap membantu warga di mana warga tersebut kena
    Musibah dan kami melakukanya dengan guyub rukun,gotong royong,sopan santun,jujur.

  41. dmn kmi bisa mempersentasekan proposal kami,sehingga kmi bisa melakukan kerjasama di kegiatan kami….kami organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang sosial khususnya daerah Makassar dan sekitarnya…

  42. saya ingin menanyakan tentang tujuan pemasaran djarum super mezzo dalam periklanan dan juga taktik apa yang dilakukan djarum dalam mengiklan kan mezzo ??

  43. Sebelum menjawab pertanyaan novi, ada baiknya kita melihat latar belakang situasi pasar rokok kretek dahulu.
    Secara umum rokok kretek dibagi menjadi 3 kategori, SKT, SKM reguler dan SKM Mild. Apabila kita fokus ke SKM reguler dan SKM Mild, terdapat trend dimana SKM reguler mengalami stagnasi bahkan cenderung menurun. Sebaliknya SKM Mild mengalami peningkatan. Sebagai informasi, masuk kategori SKM reguler adalah Djarum Super, Gudang Garam Surya, Gudang Garam International dll, sedangkan SKM Mild adalah A Mild, LA Light, X Mild, Star Mild, Clas Mild dll.
    Pangsa pasar SKM reguler sekitar 75-80% dari total pangsa pasar SKM, sisanya adalah SKM Mild.
    Persepsi konsumen tentang SKM Mild, secara fisik adalah batangan kecil, dominasi warna putih dan aroma mirip seperti A Mild (ini menunjukkan keberhasilan HMS “mencuci otak” konsumen, sekaligus sebagai trend setter, dari sejarah kita bisa paham bahwa setidaknya butuh waktu 3-5 tahun agar Sampoerna A Mild bisa diterima oleh konsumen pada era tahun 90an).
    Djarum, dengan tumpuan utama produknya adalah Djarum Super, menyadari bahwa posisinya cepat atau lambat akan termakan oleh perubahan selera akibat dari laju pertumbuhan SKM Mild. Karena itu Djarum meluncurkan produk dengan karakteristik mild sesuai persepsi konsumen, batangan kecil, dominasi warna putih. Namun disisi lain Djarum telah mempunyai SKM Mild yaitu LA Light. Untuk mencegah terjadinya kanibalisme antar produk sendiri, maka Djarum membuat “cluster” baru, dengan menawarkan cita rasa Djarum Super (rokok harum, high flavor, berbeda dengan aroma Sampoerna A Mild) namun dengan penampilan fisik batangan kecil dan dominasi warna putih. Diharapkan bisa “sekali tepuk dua perahu terlampaui”. Maksudnya daripada konsumen perokok Djarum Super berpindah ke SKM Mild, mendingan beralih ke Djarum Super Mezzo. Itu sebabnya menggunakan nama “Djarum Super”

    Konsep ini menarik, karena dengan dapat memberikan pilihan alternatif rasa rokok SKM Mild yang berbeda kepada konsumen. Saat ini “cluster” SKM Mild relatif tidak terlalu ada perbedaan signifikan dalam hal aroma dan rasa (A Mild, X Mild, Star Mild, Clas Mild dll), sehingga brand switching internal SKM Mild cukup besar, karena semata-mata hanya bertumpu pada aspek brand dan harga, bukan pada aspek aroma dan rasa.

    Dalam kenyataannya, tidak mudah bagi Djarum Super Mezzo untuk menterjemahkan konsep ini dalam aktivitas periklanan promosi. TVC menggambarkan orang yang melayang-layang sepertinya tidak bisa ditangkap oleh konsumen. Kurang fokus. Ditambah lagi aroma dan rasa yang dianggap berbeda dengan SKM Mild yang saat ini sudah ada dalam benak konsumen. Selain itu dari sisi harga tidak kompetitif karena terbentur pada aturan cukai rokok yang membatasi harga jual eceran minimum relatif tidak berbeda jauh dengan Sampoerna A Mild.

    Memang tidak mudah untuk membalikkan persepsi konsumen, butuh upaya ekstra keras, tidak saja meliputi promosi yang tajam, waktu lama dan daya tahan (finansial) tinggi. Karenanya tidak heran kalau sampai saat ini Djarum Super Mezzo terseok-seok dalam penjualannya…. sangat disayangkan, padahal kalau berhasil bisa memberikan nuansa baru dalam hal SKM Mild.
    Kita tunggu saja apakah Djarum tetap konsisten dalam mengiklankan Djarum Super Mezzo sesuai dengan konsepnya atau sebaliknya hanya jadi kenangan ….

  44. Kami mohon di informasikan , apabila saya akan menjadi agen / distributor rokok, :
    1. Kemana informasi itu harus saya dapatkan
    2. PIC siapa ?
    3. No telp. berapa
    itu saja dan terima kasih

  45. Dukungan sponsorship dr brand rokok, gampang-gampang susah.

    Tip & Trik :

    Pertama,
    bagus jika ada kenalan orang dalam (manajemen) bagian promosi & marketingnya.

    Kedua,
    konsep acaranya event yg ingin diselenggarakan harus dpt menjaring pengunjung minimal: 500 org (ingat itu minimal). Target yg baik harus ribuan orang.

    Ketiga,
    EO/Promotor kreditable alias sdh pernah menyelenggarakan suatu acara yg bersifat medium atau besar.

    Keempat,
    Proposal yg disusun harus Full Color itu sangat mempengaruhi citra dari konsep acara yg ditawarkan oleh sponsor agar ikut berpartisipasi dalam acara tsb.

    Kelima,
    Follow Up terus jika proposal sdh masuk di brand-brand rokok yg dibidik jd sponsor utama.

    Semoga berguna info ini…

    Bless Up

  46. Dukungan sponsorship dr brand rokok, gampang-gampang susah.

    Tip & Trik :

    Pertama,
    bagus jika ada kenalan orang dalam (manajemen) bagian promosi & marketingnya.

    Kedua,
    konsep acaranya event yg ingin diselenggarakan harus dpt menjaring pengunjung minimal: 500 org (ingat itu minimal). Target yg baik harus ribuan orang.

    Ketiga,
    EO/Promotor kreditable alias sdh pernah menyelenggarakan suatu acara yg bersifat medium atau besar.

    Keempat,
    Proposal yg disusun harus Full Color itu sangat mempengaruhi citra dari konsep acara yg ditawarkan oleh sponsor agar ikut berpartisipasi dalam acara tsb.

    Kelima,
    Follow Up terus jika proposal sdh masuk di brand-brand rokok yg dibidik jd sponsor utama.

    Semoga berguna info ini…

    Bless Up

  47. ada yang bisa bantu/saya sering mengadakan acara festival band tapi skala kecil/saya ingin mencoba untuk skala yang lebih besar/saya ingin untuk menggandeng perusahaan rokok untuk jadi sponsor utamanya/ada yang bisa bantu PIC nya dan nomer telponnya

    iwan_faishal@yahoo,co,id
    ifhal34@gmail.com
    081.890.6615

  48. saya ingin tahu kemana beli rokok la light dalam jumlah besar untuk di jual kembali.trus klu ingin tempat usaha atau mobil dijadikan iklan rokok seperti apa caranya,seperti djrum black gitu.makasih sebelumnya

  49. ono – Oktober 23, 2008

    alamat clas mild dimedan dimana ya?
    <<< ANDA BISA DATANG KE KIM [KOMPLEK INDUSTRI MEDAN STAR]
    JALAN PELITA TANJUNG MORAWA BLOK A NO.14 DELI SERDANG

  50. Pak Taufik,
    saya membutuhkan data industri rokok dan pnjualan rokok untk berbagai merek (untuk b’bagai segmen; baik SKT, SPM maupun SKM, terutama untk merek t’kenal) merentang mundur mulai dari tahun 1981-1988 sblum amild muncul, kemudian tahun 1989-2005 (setelah amild muncul termasuk juga penjualan amild nya). Bisakah Bapak membantu saya? saya membutuhkannya untuk thesis saya.
    Terima kasih.

  51. orang swa parah..gw telp mau nanya data ttg rokok ini..gw mpe dilempar ke 4 org..dan ga ada hasilnya….mau nanya tentang edisi swa yg mengupas masalah rokok jg jawabbnya ga tau…
    somebody plz give me a data… bantuin skripsi gw dunk…

  52. Coba lihat para petinggi di NTI … Depo Bandung banyak Salesnya Pakai ijasah palsu permintaan minimal karyawan D3 tapi Bobrok managementnya… mudah2an dengan erwin pindah ke gudang garam suasana kantor menjadi tentram… Thanks

  53. Klo melihat kebobrokan perusahaan liat dr management nya …. jgn asal pilih liat kemampuan karyawan jgn liat dr ABS nya saja … Ini mudah2an Menjadi cambukan bwt PT NTI … Thanks

  54. mas bisa bantu saya utk data SKM sampoerna hijau..saya sangat membutuhkannya untuk bahan skripsi saya,kebetulan saya jurusan periklanan dan yg saya bahas produk sampoerna hijau..
    saya ingin tau selama ini sampoerna hijau terus beriklan,bahkan dg menjadi sponsorship pro liga djadikannya untuk bagian dr promosi..tp bagaimana dg tingkat penjualannya..?apakah ini strategi mereka untuk sekedar membuat calon konsumen & konsumen mnjadi aware..?
    apa hasilnya ..adakah..jika ada sy mau tau hasil dr strategi yg mereka lakukan saat ini…

    terimakasih atas jawaban dan bantuan yg akan diberikan..

  55. saya adlah pecinta rokok class mild
    saya dulu sebenarnya menghisap rokok produk sampoerna mild
    tp,
    setelah saya mencoba rokok class mild., rasanya cukup berbeda dengan rokok2 yang lain.
    bagi saya,rokok class mild yang terbaik.
    Class Mild Is The Best

  56. guna mendukung promosi dan event yang di adakan oleh starmild saya mau menawarkan jasa pe mbuatan spanduk ,banner, umbuk2dll mohon konfirmasi ke 022-71390009

  57. Tolong minta alamat Distributor rokok & contac person, karena saya lagi buka usaha dan rencana mau jadi agen!!!

  58. salam,
    kami dari gumesa production menawarkan kerja sama,di bidang Eo, kepada manager class mild dipadang, kami juga menawarkan riging ukuran 9×12 untuk pentas artis dan 8×6, dan kami juga menyediakan jasa dalam pembayaran pajak, evertising, dan lain?
    semoga kerja sama ini bapak tangapi.

    salam,
    gumesa production

    hub. 07518284403
    balas

  59. dear,
    Oyoung Event Organizer pada akhir bulan oktober akan mengadakan acara dengan semangat memperingati hari sumpah pemuda. mohon agar dibantu untuk mensupport acara kami. dengan senang hati kami menerima dukungannya dalam bentuk apapun, berapa pun, acara bertajuk musik dan disertai Bazzar yang bermaksud membantu masyarakat sekitar dan sebagai pihak sponsor akan mendapat kan pangsa pasar yang diharapkan dengan animo masyarakat pada acara tersebut.tepatnya di daerah kalideres, jakarta barat.
    kami tunggu untuk konfirmasinya..
    email: oyoungphotography@yahoo.com, ndic.doank@yahoo.com

    terima kasih

  60. Tolong donk kasih info,untuk rokok RED MILD kantor pusat nya dmn?karena saya ada Event Festival Music yang bintang tamunya Band nasional.thx.
    Cp saya: sindhu rivalino ( Oik )
    081312088181

  61. mas bisa minta alamat email markerting PT HM sampoerna jakarta utara g salnya saya mau kirim proposal seponsor.thx tolong di kbrin ke 021-99843536

  62. mohon informasinya mengenai alamat n prosedur untuk menjadi distributor/agen dr produsen rokok tsb untuk kawasan makasar dan sekitarnya..sebab ada saya ada rencana bisnis grosir rokok…trims

  63. aslkm..
    maz taufik ini artikelnya baguz cz gak ada yang meneliti sedetail inio.
    eh bisa gak minta data slogan atau seluruh reklame yang pernah diterbitkan oleh sampoerna A mild sampai pada “Go Ahead” dan class mild sampai pada “talk less, do more”?
    tolong ya maz…
    wlkmslm

  64. agen rokok club mild dimana y tlong dong carikan krna saya pengen buka agen club mild di kota saya,karena rokok club mild di kota saya laris manis,,dan saya punya inisiatif pengen jadi agen club mild di kota saya

  65. Kepada yth Bapak/Ibu bag.Pemasaran mohon kiranya dapat mengirimkan kepada saya Spanduk, atau apapun untuk menghidupkan suasana Toko saya di Perumahan dengan tujuan semoga penjualan Rokok Produksi HM Sampoerna di perumahan saya semakin keras khususnya di toko Mini saya yang mayoritas Pegawai dan Mahasiswa.

    Adapun alamat Toko saya adalah Toko Tiga Saudara Perumahan Sukaluyu Blok C2/ 195 Dpn Ktr Imigrasi kls I Jl.Surapati Bandung Kode Pos 40123.

    Terimakasih .

  66. Medan, 15 Juli 2010
    Hal : Lamaran Kerja
    Lamp :1 (satu) Berkas

    Kepada Yth:
    Bapak pimpinan
    PT. DELTA INTERNUSA
    Jl. Pelita 4. KIMSTAR MEDAN TANJUNG MORAWA.

    Dengan hormat,
    Sesuai dengan informasi yang saya terima, bahwa PT. DELTA INTERNUSA membuka kesempatan kerja bagi profesional muda untuk mengisi lowongan dibeberapa posisi. Maka sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, saya mengajukan diri sebagai Karyawan

    Saya pria berusia 26 tahun, lulusan S1 Teknik Elektro Universitas Islam Sumatera Utara tahun 2008 dengan IPK 3.02. Saya dapat mengoperasikan komputer (MS Office) dan mempunyai semangat kerja yang tinggi, dapat berkomunikasi dengan baik, serta memiliki rasa percaya diri dan mampu bekerjasama dalam team.
    Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak bersama ini turut saya lampirkan :
    1. Pasfoto 4 x 6 2 lembar
    2. Foto Copy KTP 1 lembar
    3. Ijazah terakhir 1 lembar
    4. Daftar Riwayat Hidup 1 lembar
    5. Transkip Nilai Akademik 1 lembar
    6. Foto Copy Referensi kerja 1 lembar

    Demikian surat lamaran ini saya buat dan saya berharap dapat diberi kesempatan untuk mengikuti proses selanjutnya. Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

    Hormat Saya

    Mex Sofyan ST

    ========================================

    ( D a f t a r R i w a y a t H i d u p )

    Nama Mex Sofyan ST
    Tempat / Tgl Lahir Gebang, 08 April 1984
    Alamat Jl. Jamin Ginting Kompleks Pamen No. 24 Pd.
    Bulan Medan 20155
    Telpon 085762417104
    Jenis Kelamin Laki – laki
    Kewarganegaraan Indonesia
    Agama Islam

    1990 – 1996 Tamatan SD DP YKPP Pangkalan Susu
    1996 – 1999 Tamatan SMP DP YKPP Pangkalan Susu
    1999 – 2002 Tamatan STM YPT Pangkalan Berandan
    2002 – 2008 S1 TEKNIK ELEKTRO Universitas Islam Sumatera Utara

    Januari – desember 2007 Magang di PT.PLN (persero) Tragi Titi Kuning
    Mei – Juni 2007 Teknisi di PT. SARDANA INDAHBERLIAN MOTOR
    Nopember 2008 – Agustus 2009 Marketing di PT. BPR BUMIASIH NBP 13 Stabat

    Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar – benarnya untuk dapat digunakan seperlunya.

    Medan, 15 Juni 2010
    Hormat Saya

    Mex Sofyan ST

  67. saya punya tempat buat promo rokok apa saja seperti neon box rokok sbg promo dari rokok tersebut.jika berminat hub saya feby:0815.132.522.92

  68. bap/ibu yth

    bap mau tanya saya butuh informasi untuk ajukan sponsor dari purush rokok untuk misalnya mencat ruko ato kendaraan saya…(kendaraan iklan rokok ttt)terimakasih atas informasinya

  69. Ping-balik: https://taufiek.wordpress.com/2007/05/31/persaingan-rokok-mild-berat-tak-seringan-namanya/ serba serbi persaingan dunia rokok mild | Simon Bugler: Freelance Web Designer

  70. Perkenalkan kami dari PT. INABEN JAYA NUSANTARA, perusahaan yang bergerak di bidang Outsourcing, Consulting & Executive Search.

    Menjawab permintaan Anda mengenai kebutuhan untuk adanya perusahaan outsourcing yang profesional dan berkualitas, maka kami hadir untuk merespon permintaan tersebut.

    Sebagai informasi, grup perusahaan kami telah memberikan layanan skala nasional dalam bisnis Outsourcing & People Management, menjalin kemitraan
    dengan perusahaan-perusahaan nasional dan internasional dalam Man Power Supply, Sales & Distribution, Marketing Development, Promotion dan Human Resource Service: Traning & Recruitment, seperti :

    * Citibank, N.A. – Ace Hardware, Index Furnishings dan Giant
    * Bank Mandiri – Hypermart
    * BNI 46
    * Bank Bukopin
    * Bank Mega
    * ANZ – Panin Bank
    * PT. Indonesian Satelite Corp (Indosat)
    * dan lainnya

    Harapan kami, kita dapat SEGERA mendiskusikan KESEMPATAN KERJASAMA ini secara langsung dengan waktu yang ibu Natalia tentukan. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk dapat bekerjasama dengan Anda.

    Note : kami selalu memberikan BUKTI bukan janji, untuk selalu memberikan yang terbaik bagi setiap klien kami, baik dalam bentuk pelayanan umum maupun penyediaan SDM profesional yang memiliki experience yang tepat/sesuai ekspetasi sebagai bukti dari komitmen dan profesionalisme kami. Kami yakinkan, bahwa PT. INABEN JAYA NUSANTARA dengan senang hati dan selalu siap untuk bekerjasama dengan Anda di perusahaan yang Anda pimpin.

    Terima kasih.

    Kind regard,
    PT. INABEN JAYA NUSANTARA

    ALDI SKY WUNGKANA
    Marketing Manager

    HP. 087 88 5604 666
    Ph. 021 301 50 939
    Tel. 021 311 18 100
    Email. aldi.sky@inaben.co.id

    Pilih Kami Sebagai Solusi dan Mitra Kepercayaan Anda.

  71. tolong kirimkan alamat pt slic mild,pt galan mild
    pt slim mild khusus didaerah medan
    bs kan?
    ke email saya:rinisiregar97@yahoo.co.id
    trima ksih. . .

  72. Bisa minta data penjualan PT. HM. Sampoerna, tentang rokok dji sam soe dari tahun 2005 – 2010 untuk penelitian..

  73. mas taufik di kampus tempat saya mau menggelar lomba panjat tebing se jawa-bali,karena di lingkungan kampus saya lihat untuk peminat rokok mild banyak sekali,silahkan hubungi saya(085729072601) jika berminat bekerja sama sebagai sponsor.

  74. tolong donk minta alamat distributor resmi rokok samperna mild,dan merk-merk rokok terkenal domisili daerah jakarta, karna saya ada ren cana mau buka agen terimakasih, kbrn ya ke 02193838760 thx

  75. Persaingan Rokok Mild..Berat… ??? Apanya yg berat…Pak ??? orang awam… berfikir, mungkin… tapi nyatanya tidak berat…, pak ?? 7 tahun lalu, kami ciiiuuut..bagaimana ini./ itu. !!!..pesaing2 dgn hebatnya..boomimg producknya, promosinya dgn boombasticc,.”.GAWAT DEH..” Dengan membawa nama besar Perusahaan, producknya, kwalitasnya, fresh always, terdistribusi dgn baik, Controll, promosi2 yg terarah ( wearness and more…) dan Harga terbaik di pasar…dll, saya pikir dapat Diatasi semua, optimalkan semua….pak,..Rasa dan rasa adalah pilihan New smoker atau pun perokok sejati SKT,SKM, SKM MILD, harga dan harga pun pilihan… SAAT INI !! Saya pikir Bpk2 lebih mengerti…bukan hal coba2..ttng ..Harga !!!.ok, trima kasih , dan mohon maaf sebelumnya..dan Bpk / Ibu dpt hub saya.ADRIAN AS=..021-41537326

  76. Kami menyediakan jasa rental mobil Xenia 2011,Avanza & Toyota Inova dengan nama “Silver Rental Medan” yang baru kami mulai Maret 2011,usaha kami adalah usaha pribadi.Melayani dan memuaskan konsumen adalah tujuan utama kami

    Daihatsu Xenia (non driver):per hari Rp. 200.000,per bulan Rp. 3.500.000. Toyota Inova(non driver) :per hari Rp.250.000,Avanza Rp.225.000 perhari,hp.08529722314

  77. Saya punya kios dan tinggal dikota Salatiga. Saya ingin kios saya dicat salah satu produk rokok dari Sampoerna. Bagaimana caranya..

  78. Yth: bigg boss,..
    kami punya banyak outlet dan berencana buka sayap usaha di cigaret busines” harap info agen resminya atau suplayer khusus rokok sampoerna”
    harap infonya ke e-mail: bangkaphone@yahoo.com

    “n” khusus buat teman2 satu profesi” yg mau kenalan dgn BISNIS PULSA ELEKTRIK ALL OPERATOR silahkan hub: 0853-6649-1234″
    TRANSAKSI TANPA “SMS” layaknya M-KIOS/DOMPUL. thx..

  79. salam indonesia

    yang kami hormati
    pemilik usaha
    brand manager
    produck manager
    chief marketing
    dll

    ” bagi siapapun yang menjual apa pun, teknik penjualan yang mendatangkan hujan uang, ini membuat mereka bisa menjual tanpa menggunakan promosi berlebihan, taktik intimidasi, ataupun manipulasi dalam bentuk apapun, metode ini tidak di dasari oleh paksaan atau tekanan, melainkan oleh semangat dan kejujuran ”

    salam kenal kami adalah majalah discount yaitu majalah baru dengan konsep baru ” selalu hemat uang anda ”

    kami siap membantu dengan profesional
    dalam bidang advertising promotion.

    untuk membangun brand image di pasar bebas dalam menciptakan creative market.

    demikian maksud kami secara singkat
    untuk lebih jelasnya silahkan hubungi kami di 021-46252587, 021-93517482.
    sms : 087887365640, 085717397770.

    semangat

    JERRY YASS
    advetising majalah discount

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s