TKI, Garapan Baru Operator Seluler

Selain sebagai penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tersebar di berbagai negara, dengan jumlah sekitar 1,5 juta orang saat ini (legal), ternyata juga merupakan pasar potensial bagi operator seluler. Buktinya, PT Excelcomindo Pratama (XL), sejak Mei 2006, meluncurkan produk yang diberi nama Jimat (Jalur Internasional Hemat). Produk ini awalnya merupakan submerek dari kartu Jempol – waktu itu kepanjangannya masih Jempol Internasional Hemat – yang khusus diluncurkan di wilayah Jawa Timur, Bali dan Lombok. “Karena kebanyakan TKI berasal dari daerah sana,” ujar Bayu Samudiyo, GM Pemasaran Produk Prabayar XL, memberi alasan.

jimat.jpg



Bayu menyebutkan, Jimat memang merupakan sarana menelepon ke luar negeri yang superirit. Bahkan, dia mengklaim bahwa Jimat jauh lebih hemat ketimbang VoIP, yaitu hanya Rp 1.000/menit ke nomor fixed line dan mobile untuk negara Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan dan Cina; sedangkan VoIP rata-rata Rp 2.500/menit ke semua negara. “Sebenarnya kalau mau jujur, jalur yang kami pakai juga VoIP. Jadi, kualitas tidak jauh berbeda, hanya kami punya perjanjian khusus dengan operator, sehingga tarifnya bisa lebih murah,” Bayu memaparkan.

Awalnya, untuk mendapat tarif hemat, XL menggunakan jaringan operator yang tergabung dalam grup TM, seperti Celcom di Malaysia dan M1 di Singapura. Namun, itu saja dianggap tidak cukup. Karena itu, saat ini XL sudah menjalin kerja sama dengan semua operator di lima negara tersebut. “Hingga 2007, untuk beberapa operator, tarif murah ini memang masih kami subsidi. Diharapkan setelah itu sudah tidak lagi, khususnya untuk operator di grup TM,” ia menerangkan.

Agar Jimat semakin banyak dipakai TKI, sejak Agustus 2006, XL mem-bundle Jimat dengan Xpac, kartu prabayar Celcom. Dan ini dipakai sebagai departure pass bagi TKI yang hendak ke Malaysia. “Jadi Xpac-nya buat TKI di Malaysia, Jimat-nya buat keluarga di Indonesia,” kata Bayu menjelaskan mengenai proyek kerja sama dengan beberapa PJTKI.

Hingga akhir tahun ini, XL menargetkan meraih 400 ribu pelanggan. Menurut Bayu, potensi pasar produk ini amatlah besar. Jika jumlah TKI (baik legal maupun ilegal) mencapai 3 juta orang, potensi pasar produk ini minimum 3 juta orang. Kenapa minimum? Sebab, Jimat menyasar keluarga TKI di Indonesia, yang jumlahnya bisa berkali-kali lipat dari jumlah TKI yang dikirim ke luar negeri. Diakui Bayu, segmen keluarga TKI sebagian besar masih menengah-bawah. “Tapi kami optimistis melihat HP itu sudah bukan barang mewah lagi,” ujar Bayu seraya menambahkan bahwa hingga saat ini sudah lebih dari 300 ribu pelanggan diraih XL.

Ke depan, XL tidak hanya akan menyasar keluarga TKI, melainkan juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan luar negeri, serta berbagai komunitas, seperti kedutaan dan asosiasi luar negeri di Indonesia.

Seolah-olah tak mau kalah dari XL, Indosat pun tak mau ketinggalan dalam menggarap pasar TKI, dengan meluncurkan produk Mentari HongKong. Bedanya, Indosat secara langsung menjadikan TKI sebagai target pasar, sedangkan XL lebih membidik keluarga TKI yang berada di Indonesia.

mentari-hongkong.jpeg

Ide produk Mentari HongKong diakui Guntur S. Siboro, Group Head Integrated Marketing Indosat, tidak terlalu original. Pasalnya, salah satu operator di Filipina sudah lebih dulu meluncurkan produk serupa pada tenaga kerja Filipina (TKF). Indosat melihat peluang ini apalagi jumlah TKI lebih besar dibanding TKF. “Apalagi kultur TKI itu kurang familier dengan bahasa Inggris,” ujarnya.

Mentari HongKong sebenarnya adalah kartu prabayar mitra Indosat di Hong Kong, yakni CSL yang di-branding dengan Mentari. Nomor yang digunakan tetap nomor Hong Kong. Menurut Guntur hal ini disebabkan brand Mentari sudah cukup dikenal bagi orang Indonesia. Kelebihan produk ini adalah isinya berbahasa dan bernuansa Indonesia, customer service bahasa Indonesia, I-ring, lalu ada tarif khusus bila menelepon ke Indonesia atau sebaliknya menerima telepon dari Indonesia.

Ditambahkan Agus A. Yahya, Manajer Manajemen Merek Mentari Indosat, pihaknya juga menyediakan tarif diskon jika hendak menelepon ke Indonesia, khususnya untuk sesama grup Indosat (Matrix, Mentari, IM3), yaitu hanya HK$ 0,68 per menit atau sekitar Rp 750 per menit; sedangkan di luar grup Indosat, tarifnya HK$ 0,86 per menit. Sementara untuk SMS sesama Mentari HongKong, tidak dikenakan biaya sama sekali.

Sama seperti di Indonesia, Indosat juga melakukan berbagai aktivitas promosi di Hong Kong. Mulai dari pemasangan banner, flyer, spanduk, kemudian didukung oleh distribusi di 300 gerai. “Grand launching sendiri baru akan dilakukan Desember nanti,” kata Agus.

Agus menyebutkan, jumlah pelanggan sekarang sudah mencapai 15 ribu, melebihi target sampai akhir tahun yang hanya 10 ribu pelanggan. Menurut data terakhir, jumlah TKI di Hong Kong mencapai 112 ribu. “Mentari memimpin dalam pangsa pasar bersaing dengan 6 operator lain yang menawarkan program bagi komunitas TKI di Hong Kong,” ujar Agus.

Guntur mengatakan, ke depan selain menawarkan fasilitas komunikasi, Indosat menyiapkan pula manfaat lain bagi para pelanggan Mentari HongKong, seperti transfer balance (pengiriman uang dari rekening di Hong Kong ke rekening di Indonesia); dan micropayment (pembayaran lewat telepon). “Target negara tujuan produk ini juga akan ditambah mengikuti komunitas terbesar TKI, seperti Singapura, Malaysia dan Timur Tengah,” ungkapnya. Namun untuk Timur Tengah, Guntur mengakui, akan sedikit sulit dan lama prosesnya, karena operator di sana kebanyakan masih dipegang secara monopoli.

Pengamat pemasaran yang juga konsultan OctoBrand, Sumardy, menyebutkan bahwa sangat relevan jika XL dan Indosat menggarap pasar TKI (dan keluarganya). Pasalnya, selain jumlahnya cukup besar, juga diharapkan akan melahirkan loyalitas, khususnya bagi para pelanggan Mentari HongKong. “Diharapkan akan ada loyalitas sekembalinya mereka dari luar negeri,” Sumardy menganalisis.

Menurutnya, yang menjadi faktor kunci di sini masih pada tarif dan kemudahan produknya. Karena kalau dari infrastruktur hampir merata kemampuannya. “Ke depan tantangannya bagaimana menjaga komunitas TKI ini. Diusahakan tidak mudah pindah dan kalau pun balik ke Indonesia mereka akan terus memakai merek itu,” ujarnya.

Selain itu, Sumardy juga memperkirakan bakal ada operator lain yang meluncurkan produk sejenis. “Melihat kecenderungan persaingan operator di Indonesia, tentu operator yang lain tidak akan tinggal diam. Ini masalah waktu saja,” katanya.

Artikel ini dimuat di Majalah SWA edisi 26/2006, 11 Desember 2006

6 pemikiran pada “TKI, Garapan Baru Operator Seluler

  1. SMART SAVE DUALSIM, adalah teknologi yang memberikan solusi bagi mereka yang memiliki dua nomer kartu operator atau lebih dengan 1 HP. Umumnya kebanyakan orang dengan kondisi tersebut selalu bongkar pasang HP saat ganti kartu. Alasan utama gonta ganti kartu adalah agar HEMAT. Karena memang umumnya setiap operator memberlakukan tarif hemat untuk panggilan sesama operator.Bahkan ada operator tertentu yang menerapkan tarif hemat ke operator lain.

    Fluktuasi tarif yang sedemikian menggiurkan itu, akhirnya menjadi dilema bagi banyak orang. Jika tidak ganti kartu maka ia harus membayar mahal pulsa karena mungkin operator yang ia gunakan memang masih jual mahal akan tetapi nomernya sudah sangat popoler, sehingga tidak mungkin untuk ganti.Disisi lain memang ada operator yang pulsanya benar-benar murah, kalau ada yang murah kenapa harus bayar mahal, eman eman tidak dimanfaatkan. Dilema ini, DUALSIM adalah solusinya.

  2. Memang saya sudah pernah usulkan beberapa saat yang lalu Bung Taufik.

    Malah, sekarang kita balik arah untuk “pengisian” pulsanya. Karena kita tahu bahwa untuk menghubungi para ‘saudara’ kita di luar negeri yang kebanyakan bekerja di sektor- sektor infomal, sanak saudara mereka di’kampung’ yang cukup sulit untuk mengakses pembelian pulsa dikarenakan jarak dan keuangan mereka. Maka dengan demikian penjualan pulsanya di lakukan di negara tujuan. Sehingga saudara kita para pekerja tersebut dapat mengirimkan sms untuk nomer pengisian pulsa sanak saudaranya, sehingga sanak saudara di kampung dapat juga menghubungi mereka kapan saja, Sekalipun tentunya harga pulsa yang ditawarkan lebih mahal, namun karena sauadara2 kita sebagai pekerja tersebut cukup ‘bergelimang’ uang, maka tak menjadi seberapa persoalan.

    Sebab jika terlebih dahulu uangnya dikirimkan ke tanah air dan kemudian dibelikan pulsa, maka itupun terbatas. Seperti kita tahu, uang yang dikirimkan ke kampung halaman lebih dimanfaatkan untuk membantu kehidupan sanak keluarganya di kampung, daripada ketimbang sekedar membeli pulsa telepon selular.

    DI malaysia ini sudah dimulai, di mana beberapa kedai mulai menjual isi ulang (top-up) pulsa kartu telepon selular Indonesia, seperti: Simpati, metari, As, XL.

  3. ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MELAMAR KERJA/MELANJUTKAN KULIAH/KENAIKAN JABATAN?!?!

    -SMU:600.000
    -D3:1.500.000
    -S1:4.000.000

    * AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DIKOPERTIS, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI).

    JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL.

    SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE:arief_gagah@yahoo.com

    BERMINAT?

    HUB:08887054873/TIDAK MENERIMA SMS(SETIAWAN)

    (HANYA UNTUK YANG SERIUS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s