Puasa “Tanpa” Aa Gym

Setelah hampir dua minggu sudah menjalankan ibadah puasa, baru aku sadari bahwa pada Ramadhan kali ini, tak satu pun stasiun televisi yang menggunakan jasa Aa Gym. Maklum, sebagian besar waktu saya dihabiskan di kantor, sehingga fenomena ini baru tertangkap oleh saya.



Ironis. Dalam beberapa tahun terakhir, dai yang punya nama lengkap KH Abdullah Gymnastiar itu menjadi rebutan stasiun televisi. Ada yang menjadikannya sebagai penceramah saat menjelang adzan maghrib, saat makan sahur, atau kesempatan-kesempatan lainnya. Tapi pada Ramadhan kali ini, tak satu pun stasiun televisi yang menanfaatkan jasa pria yang mengemukakan konsep Manajemen Qolbu ini. Aa Gym sudah “tak laku” lagi.

Apa yang membuat Aa Gym kini tak diminati lagi? Hampir semua orang tahu jawabannya. Setelah memutuskan untuk berpoligami, popularitas Aa Gym menurun drastis. Pondok Pesantren Daarud Tauhid yang sebelumnya ramai dikunjungi oleh rombongan pengajian dari berbagai wilayah di Indonesia, mendadak sepi. Jumlah pengunjung ponpen yang berlokasi di Lembang, Bandung ini menurun secara signifikan. Demikian juga frekwensi pemunculan Aa Gym di televisi yang jauh menurun.

Fenomena apa ini? Apakah dengan menikah untuk kedua kalinya ilmu yang dimiliki Aa Gym menjadi berkurang? Dalam ilmu pemasaran dikenal istilah “persepsi jauh lebih penting ketimbang realita”. Persepsi sangat berkaitan erat dengan image. Nah, dengan menikah lagi, image Aa Gym dimata konsumennya menurun drastis. Dia yang sebelumnya menjadi idola wanta Indonesia mendadak menjadi public enemy.

Mungkin Aa Gym lupa, bahwa “pasar” utamanya di dominasi oleh kaum wanita, utamanya Ibu. Dan, amat wajar jika kaum wanita Indonesia merasa terluka atas keputasan untuk berpoligami yang diambil Aa Gym. Karena, bagi (sebagain besar) wanita, dimadu (istilah bagi istri yang suaminya menikah lagi-Red) merupakan sebuah penyiksaan.

Fenomena ini memang sangat kental dengan unsur emotional. Pertanyaannya, mampu kah Aa Gym mengembalikan citranya seperti sedia kala, atau ini memang menjadi akhir dari perjalanan Aa Gym, layaknya KH Zainuddin MZ yang sempat bergelar Dai Sejuta Umat yang mulai ditinggalkan khalayak.

5 pemikiran pada “Puasa “Tanpa” Aa Gym

  1. tidak..justru aa sudah mempersiapkan secara matang segala konsekwensi…dengan menimati waktu yang full, beliau bisa belajar agama lebih dalam, lebih banyak waktu buat keluarga( 2 keluarga) dan insya allah, inilah ujiankeikhlasan belieu dalam berdakwah. 1 tahun lagi,..beliau pasti semakin matang dan insya ALLAH. banyak yang orang kagak tahu..sssstttt bocoran nih.. tahn dpan MQTV akan mengudara secara nasional..sebab tahukan saudara.bahwa sudah terkumpul modal 5 trilyun,…amiiin.. jadi akan ada kejutan di Indonesia… berdakwah tanpa brgantung dengan TV stwasta yang hampir semuanya kapitalis. jadi berfikir dengan jernih.. jangan suudzon pada aa. ok..

    wassalam..
    insya ALLAH,.. penanaminvestor 98 % dari 5 trilyun.ameeeeen

  2. pembaca yang budiman, ”””””””””””””’:::::::::::::::”””””””””””””
    menurut saya itu hal yang luarbiasa yg dimiliki seseorang untuk menentukan kehidupan -nya. kenapa kita yang bingung melihat kehidupan orang lain, sebernanya pengalaman aag itu bisa di jdikan kacamata hati kita. sebenarnya itu lebih baik nikah dua kali dari pada selingkuh atau pun jajan di warung remang2.
    ibu 2 dan remJA putri ingat hidup hanya se-X.CARILAH kesenangan didunia dan di akherat sebaik mungkin.

    salam dari fahrul

  3. Saya sepakat, mas taufik. tentu saja, kalau kita melihatnya dari kaca mata marketing atai ilmu pemasaran, dan BUKAN ilmu agama.

    Membangun brand image memang tidak mudah. Terlebih lagi, mempertahankan brand yang sudah berkibar. Sebuah brand harus pintar-pintar melihat need dan wants pangsa pasarnya. Bila tidak, pastilah akan menuai kegagalan.

    Kalau memang A’a Gym sudah memperhitungkannya masak-masak jauh-jauh hari, pastinya goal yang dituju beliau adalah brand yang nyungsep, bukan brand yang tetap eksis.

    Apakah A’a Gym akan tetap eksis? Tergantung bagaimana recovery yang akan dikerjakan beliau dan teamnya. Dan lagi-lagi, cermatlah membaca need & wants pangsa pasar.

  4. Tujuan Aa Gym sudah jelas kok, supaya para penggemanya, pengikutnya dan seluruh umat muslim tidak terjebak dalam KEMUSRIKAN, sama sekali beliau tidak tertarik dengan pamor ketenaran dan dieluk2kan oleh wanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s