Salut Buat Wenger

Diawal musim, para pengamat menyangsikan peluang Arsenal untuk menjuarai Barclays Premier League (BPL) musim 2007/2008. Bahkan, untuk sekedar lolos ke liga champions musim depan, yang artinya harus masuk jajaran empat besar BPL pun klub asal kota London Utara diragukan. Alasannya tak lain adalah dilepasnya captain yang juga sudah menjadi icon klub yang kini bermarkas di Emirates Stadium tersebut, Thiery Henry ke Barcelona. Apalagi setelah melepas King Henry, Arsene Wenger hanya menggaet Eduardo da Silva dari klub Dinamo Zagreb.

arsenal.jpg


Kepergian Henry juga diikuti oleh pemain senior lainnya, Freddy Ljungberg. Praktis The Gunners hanya mengandalkan pemain-pemain usia belia seperti Fabregas, Denilson, Adebayor, atau van Persie. Pemain senior yang tersisa hanya lah Gallas, Gilberto, atau bahkan Lehmann. Dengan materi pemain yang “terbatas”, wajar jika klub yang berdiri sejak ini tidak diunggulkan lagi.

Namun, Arsenal ternyata punya senjata rahasia. Pasukan young guns ini mampu tetap bersaing dengan klub-klub papan atas liga tertua di dunia ini. Bahkan, hingga pekan ke 12 klub yang telah meraih 13 kali titel liga Inggris ini masih bertengger diperingkat pertama berkat keunggulan selisih gol dan jumlah pertandingan yang lebih sedikit dari pesaing dan juga musuh abadinya, Manchester United. Hebatnya lagi, bersama Liverpool, Arsenal menjadi tim yang belum terkalahkan.

Prestasi ciamik tak hanya dibukukan Arsenal pada ajang BPL, tapi di Liga Champions dan Piala Carling pun mereka terus melaju. Sama seperti pada kompetesi BPL, Arsenal pun tak terkalahkan pada kedua ajang tersebut. Artinya, sepanjang musim 2007/2008 ini, klub besutan Arsene Wenger ini belum sekalipun merasakan kekalahan, dengan mencatat 14 kemenangan dan 5 kali imbang, termasuk menghadapi Liverpool dan Man Utd.

Bukan van Persie atau bahkan Eduardo yang menjadi kunci keberhasilan klub yang berdiri sejak 1886 ini. Tapi, sesungguhnya, Wenger lah bintang utama. Berkat racikan strategi pelatih yang punya julukan The Professsor ini, Arsenal berhasil menutup “kekurangannya”.
Dari sisi pemain, Fabregas tampil luar biasa. Selain tampil sebagai jenderal di lapangan tengah, gelandang muda asal Spanyol ini juga cukup produktif mencetak gol. Demikian juga dengan Adebayor dan van Persie. Sayangnya, rekrutan baru Wenger, Eduardo belum mampu menunjukkan kapasitasnya. Striker Krosia kelahiran Brazil ini masih lebih banyak duduk dibangku cadangan.

Kesuksesan Arsenal tak hanya dialami di lapangan hijau. Dari sisi manajerial pun klub yang baru meraih dua trophy di tingkat Eropa (Piala Winners dan UEFA) ini juga tidak kalah sukses. Kondisi keuangannya sangat kondusif. Maklum, dengan materi yang rata-rata adalah pemain muda, Wenger tidak harus membayar gaji yang kelewat tinggi seperti yang dilakukan Chelsea atau Real Madrid.
Memang terlalu dini untuk menerka hasil yang bakal diraih klub dengan logo meriam ini. Namun, setidaknya Wenger telah membuktikan kapasitasnya sebagai salah seorang pelatih hebat di jagad sepakbola. Dan tak salah jika ia diberi gelar The Professor. Salut buat Wenger.

Catatan : Saya bukan pendukung Arsenal, bahkan bersama dengan Inter Milan dan Bayern Munchen, Arsenal menjadi klub yang paling saya benci.

Satu pemikiran pada “Salut Buat Wenger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s