Vitron, The Rising Star

Pasar produk consumer electronics tahun 2004 dikagetkan dengan melonjaknya penjualan pendatang baru, Vitron. Sepanjang tahun lalu, secara keseluruhan, merek besutan PT Vitron International (VI) terjual hampir 4 juta unit, dengan omset lebih dari Rp 1 triliun. “Tahun lalu, penjualan VCD kami mencapai 2,7 juta unit,” ungkap Darmadi Durianto, Direktur Penjualan & Pemasaran VI.

Bahkan, dengan penjualan sebesar itu, VI mampu memberikan kontribusi sebesar 40% terhadap total penjualan prinsipal mereka di Cina, Shenzen Yongdefu Electron Industry (SYEI) – salah satu produsen elektronik terbesar di Negeri Panda.

Vitron sebenarnya hadir di Indonesia sejak 2002. Namun, nasibnya tak berbeda dari produk elektronik Cina lainnya, sekadar meramaikan pasar. Akan tetapi, pertengahan 2004, VI mendapat suktikan dana dari SYEI untuk berpromosi.

Suntikan dana ini tidak disia-siakan VI. Vitron langsung menggebrak pasar dengan iklan yang cukup gencar di berbagai media. Sepanjang semester II/2004 saja, VI menghabiskan tak kurang dari Rp 7,5 miliar untuk mempromosikan produknya di berbagai media (terutama TV). Dengan angka tersebut, share of voice iklan Vitron dengan tagline “Awet puasnya” menjadi yang terbesar di katagori VCD (produk yang diiklankannya). “Sejak pertama beriklan, penjualan kami langsung melonjak beberapa kali lipat,” ungkap Darmadi.

Darmadi mengatakan, ada tiga faktor yang membuat penjualan Vitron melonjak. Pertama, VI sangat gencar memenetrasi pasar. Selain menggeber iklan, VI juga menggelar berbagai program promosi, khususnya bagi para dealer dan peritel. Saat ini, VI tengah menggelar program trade promo dengan hadiah jalan-jalan ke Cina bagi dealer dan peritel yang mampu mencetak penjualan sebesar Rp 400 juta selama 6 bulan. “September ini kami akan memberangkatkan sekitar 400 dealer dan riteler ke Cina,” ujar Darmadi sambil menyebutkan, pada saat yang bersamaan juga akan dilakukan peresmian pabrik SYEI yang baru di Cina.

Kedua, VI aktif mengembangkan pasar dengan membuka cabang dan menunjuk distributor di berbagai daerah di Indonesia. Hingga kini, VI memiliki 7 cabang dan 15 distributor yang tersebar di 20 provinsi di Tanah Air. “Dalam 5 tahun ke depan, kami targetkan sudah memiliki 80 cabang dan distributor di seluruh Indonesia,” kata Darmadi. Menurutnya, hal itu dilakukan agar tingkat persebaran, pencakupan dan penetrasi Vitron tetap tinggi.

Ketiga. “Kami sangat concern dalam hal product development,” ujar Darmadi. Meskipun berasal dari Cina, Vitron ingin keluar dari citra produk Cina yang identik dengan barang murah berkualitas rendah. Karena itu, pengembangan produk menjadi sangat penting bagi VI untuk keluar dari citra tersebut. Bahkan dalam iklan terbarunya, Vitron tidak segan-segan menggunakan semboyan “The greatest Japan technology”.

Berbagai upaya yang dilakukan itu, dikatakan Darmadi, cukup membuahkan hasil. Selain penjualan yang melonjak sangat tinggi, ekuitas merek Vitron juga makin tinggi. Ini bisa dilihat dari strategi harga Vitron yang relatif lebih tinggi dibanding produk-produk Cina lainnya. Sebut saja untuk produk DVD: sementara kebanyakan produk Cina, bahkan beberapa produk branded, bermain di kisaran harga Rp 500 ribu, Vitron berani menawarkan salah satu variannya dengan harga Rp 750-an ribu. “Kami sudah punya ekuitas merek, sehingga konsumen mau bayar lebih untuk itu,” ujarnya.

Stevanus Indrayana, Sekjen Electronics Marketers Club, menyebutkan bahwa sepanjang 2004 Vitron memang mencatat prestasi yang cukup mengesankan, khususnya untuk produk VCD dan DVD. Terlebih di VCD – yang sudah ditinggalkan para pemain branded – Vitron tampil begitu dominan. “Vitron memang sangat kuat di VCD,” ungkap Stevanus, “Di Cina pun mereka merupakan salah satu produsen VCD terbesar.”

Dia mengatakan, strategi beberapa pemain branded yang mulai meninggalkan segmen low-end memang menjadi peluang tersendiri bagi para pemain yang membidik segmen ini (mayoritas unbranded). “Celah itulah yang dimanfaatkan Vitron,” ujarnya.

Melihat potensi pasar yang sangat besar serta perkembangan Vitron di Indonesia yang cukup baik, SYEI sangat optimistis, posisi Vitron di pasar consumer electronics di Indonesia akan semakin baik di kemudian hari. Karenanya, SYEI semakin berani menggelontorkan dana promosi bagi VI. “Tahun ini kami menganggarkan lebih dari Rp 30 miliar untuk promosi,” kata Darmadi. Selain itu, SYEI juga berencana membangun pabrik di Indonesia, tepatnya di Gresik, yang dimulai tahun depan. “Nantinya,” ia menambahlan, “produksi televisi dan AC akan dilakukan di Indonesia.”

Tidak hanya itu, menurut Darmadi, keseriusan VI dalam menggarap pasar Indonesia juga dapat dilihat dari keberanian pihaknya membajak profesional dari produsen elektronik lainnya (khususnya pemain branded), seperti Sharp, LG, Philips dan Aiwa. Katanya, “Ini bukti bahwa kami ingin sustainable.”

Tahun ini, VI menargetkan peningkatan penjualan sebesar 30%-40% dibanding tahun lalu. Darmadi sadar, itu bukan target yang mudah. Maka, VI juga akan mulai merambah produk-produk untuk segmen hi-end, tanpa meninggalkan segmen low-end, tentunya. “Banyak pemain yang salah kaprah dengan meninggalkan segmen low-end, padahal segmen itu masih besar,” katanya.

Artikel ini dimuat di Majalah SWA edisi 17/2005, 18 Agustus 2005

33 pemikiran pada “Vitron, The Rising Star

    1. besar kecil suatu produksi jangan di lihat dari angka penjualan akan tetapi dilihat pula dari pelayanan dalam memberikan keyamanan konumen yang telah memberikan kepercayaan kepada suatu prodaks tsb.trimakasih

  1. ya malu-maluin aja kali, saya beli DVD Vitron yang di claim teknologi Jepang, eh baru 6 bulan via Carrefour suara dah ga keluar, udah gitu service centernya ga jelas lagi dmana d jakarta.

    Makin parah, Carrefour yang pada saat mau beli salesnya bilang kalo trouble garansinya bisa di bantu claim via Carrefour, eh saat saya claim malah bilang ga bisa n langsung ke service center aja

    1. wah kasusnya mirip2 nih, beli baru 4 bulan….. udah gak bisa baca dvd….. contact hotline service, gak ada yang angkat, contact ke glodok gak juga… gimana dong…?

    2. betul tuch mas,,,sya juga beli di hypermart metropolis tangerang,,maslahnya sma kya mas,,mas ma masi mending,,sya baru 1 bulan gax bisa muter,,n gambarbya error gitu,,parah,,saat saya dtengin k tempat sya beli,,di suruh ke tempat service’a..
      padahal dia ngomong bisa di bantu service’a sma pihak mall,,mana buktinya,,,

      kalau ada direkturnya saya marah2in tuch,,,pelnggan merasa di rugikan kalau begini.

  2. saya sangat beruntung sekali membaca artikel ini, padahal akhir minggu ini saya baru ingin membeli dvd vitron yg 9series.
    sebelumnya saya sempat tertipu, saya mengira ini produk buatan japan dan harganya juga sangat terjangkau, eh ga taunya buatan cina.
    sampai sekarang saya masih belum percaya dgn produk2 cina ato asia lainnya kecuali jepang dan produk buatan dalam negri .
    maaf bukannya belagu tapi saya hanya ingin mendapat produk2 yg benar2 bagus kualitas dan jaringan after sales nya .

  3. saya punya dvd merk vitron dah ampri 1 bulan direparasi dengan jaminan garansi tapi belum selesai.apa jangan – jangan hilang?

  4. Sayapun mengalami hal yang sama dimana sulit mencari tempat service vitron yg dulu terkenal.
    Pengalaman, jng terkecoh dng merk baru yg menggiurkan, tetaplah menggunakan elektronik yg sdh mempunyai nama besar.

  5. saya merasa kecewa sm vitron sy kira produknya bagus, iklannya gencar di tv, sy beli bru 2 bln dah gak bs baca dvdnya, baru 2 bulan loh contac service center g diangkt mana pelayanannya dan productnya jangan jual kl barang tdk bagus dosaaaaa…..

  6. Sy memakai DVD vitron BR 6bln, sdh rusak.. TlP cervice Center tdk ada yg mjawab.. Sy pikir produk jepang tnyata produk cina.. Kecele.

  7. halah.tw g? q bru bli vitron dvd i-509R.bru aja 3 hari guwe beli, tapi alamaak.. ptama kalo leat vdeo d usb sering macet,eh.truz malah guwe ganti pake disc,malah gak kebaca.halah,vitron resek! udah.gak usah bli,pcya dh.coba aja ndri.

  8. waktu itu aku beli dvd vitron di carefour lalu dites hidup, tapi stlh sampai rumah aku hidupkan ndak bisa, lalu bsknya saya tukar lagi ke carefour diganti baru lagi. dvd itu bisa fungsi baik sekitar 6 bulan aja stlh itu udah ndak bisa baca dvd/cd. aku telpon tempat servicenya ndak ada yg angkat pikir aku pasti karyawannya pd sibuk, lalu aku datang langsung aja ke mangga dua square, eh ternyata tempatnya berubah menjadi handphone MITO.. wah loumess aku.. truss aku coba telpon yg di glodok tapi ndak diangkat2 juga apa jangan2 disana udah berubah menjadi handphone juga ya?

  9. DVD vitron rusak mulu aneh masa belum 1 tahun saya gunakan sudah bermasalah, berarti kualitas jepang nya gmn??? udah gitu tidak ada call center ataupun service center terdekat jadi susah untuk repair nya, kapok saya bli branded nya lagi

  10. saya pakai dvd vitron sudah 2 tahun, gak rusak-rusak.
    padahal saya ingin ganti dengan tipe yang baru, tetapi karena dvd vitron nya masih awet,tunggu rusak aja deh baru beli lagi dvd vitron tipe terbaru.

  11. emang klo dari segi suara n teknoogi vitron lebih unggul ..ku acungi jempol deh….saya udah pake 5 tahun..cma permasalahanya di optik dan komponen kurang bagus..jadi sering d servis hehe

  12. Saya pengecer barang elektronik di pedalaman papua bos,tapi saya ga percaya sama dvd vitron stok merk vitron banyak yg sy buang ke mobil sampah…kapok jual barang jelek….mendingan saya jual GMC…bs laku puluhan unit tiap bulan nya…

  13. beli vitron 9 series, karena banyak fungsi dan nilai plusnya.. kurang dari 1 thn dipake malah rusak ngak bisa baca cd/dvd sama sekali, anehnya pas dibawa ke service centernya ternyata sudah berubah jadi apotik. tanya ke hypermart tempat beli malah dikasih no hotline yang ngak jelas…. kapok beli vitron….

  14. sama dengan komentar diatas..nih ya…sy baru beli dvd vitron 1 minggu..ehhh tiba-tiba kabel dalem kayak konslet gitu…trs sy mau tlp servis center ehhh…ternyata kagak bs…(021-6018049,6018263) no tersebut sy tidak bs hubungin…trs pas sy tlp no 7262103 ternyata yang ngangkat bukan pihak vitron melain pihak provider laen…NIH GMN TANGGUNG JAWAB NYA VITRON…tolong dong sedikit tanggung jawab dr pihak vitron jangan cm keluarin barang aja tapi pelayanannya juga agak di perbaikin dong…trus nasib dvd sy yang baru berumur 1 MINGGU nih gmn?????jadi barang bekas…padahal kan masih itungan garansi.ape deh…

  15. katanya produk jepang ternyata produk cina.. ketipu dan kecewa banget, karena tidak jujur. demi mencari keuntungan sendiri rela gadaikan nama negara lain. wlpun aku sudah terlanjur beli dvdnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s