Duta Merek Marak Lagi

Seperti layaknya musim, ada saat muncul, berhenti, lalu muncul lagi. Begitu pula fenomena perusahaan yang menjadikan figur publik sebagai duta merek (brand ambassador). Belakangan ini, fenomena itu muncul kembali.

Sebut saja, PT Honda Prospect Motor mengangkat kelompok Ratu sebagai duta merek produknya yang ditujukan bagi kalangan muda, Honda Jazz. PT Toyota-Astra Motor (TAM) menduetkan Nirina Zubir dan Nicolas Saputra sebagai duta produk terbarunya, Toyota Yaris. Ada juga Samsung Mobile, yang menunjuk Krisdayanti (KD) sebagai duta. Jauh sebelum itu, produsen elektronik Panasonic juga menjadikan Dian Sastro sebagai dutanya.

yaris.jpeg


Menurut Hendrayadi Lastiyoso, Manajer TAM, penggunaan duta merek ini dilatarbelakangi keinginan pihaknya agar tak ketinggalan dari kompetitornya yang jauh sebelumnya sudah meluncurkan produk sejenis. Ia yakin, duta merek sangat efektif untuk mengatasi ketertinggalan, baik untuk meningkatkan awareness maupun citra merek Yaris.

Hendrayadi menjelaskan, Nicolas dipilih karena ia figur publik yang sedang in. Citra dan prestasinya bagus, serta jauh dari gosip negatif. Adapun Nirina dipilih karena mewakili generasi MTV, dan juga jauh dari gosip negatif. “Ini kombinasi yang pas, Nicolas sebagai anak muda yang cool, sedangkan Nirina bawel,” katanya sambil tertawa.

Direktur PT Samsung Electronics Indonesia Lee Kang Hyun mengatakan, kerja sama Samsung dengan KD sudah terjalin lama. Tak mengherankan, setelah putus kontrak dengan Tamara Bleszynski, sebagai duta merek sebelumnya, Samsung langsung menyambar KD sebagai duta merek barunya. Samsung menyebut KD sebagai Duta Samsung Mobile. “Kontrak dengan Krisdayanti dari Maret 2006 sampai akhir 2006,” ungkap Lee.

Ia pun menilai KD sebagai figur yang memiliki banyak prestasi dan multitalenta, yaitu sebagai penyanyi, model, bintang iklan, serta pemain film dan sinetron. Selain itu, KD punya banyak penggemar dan dikenal luas pula. “Krisdayanti dinilai mencerminkan komitmen dan kesungguhan Samsung dalam melakukan terobosan-terobosan inovasi, teknologi dan desain untuk produk-produk telepon seluler,” ujarnya. Selain itu, KD pun sungguh mencerminkan profil yang diusung Samsung, yaitu menjunjung tinggi komitmen terhadap industri yang diterjuni.

Citra memang menjadi pertimbangan utama produsen dalam menunjuk duta merek. Seperti diungkapkan Priyo Kurnianto, Head of Public Relations PT Indomobil Niaga International, alasan utama menunjuk Tora Sudiro sebagai duta merek Suzuki APV adalah karena aktor tersebut sangat sesuai dengan target dan segmentasi Suzuki APV, yaitu keluarga muda. Tora dinilai memiliki citra positif dan tidak banyak digosipkan miring. Citra Tora itu diharapkan bisa bersinergi dengan target yang dibidik APV. “Di samping itu, tentunya karena Tora sedang bersinar dan dia punya chemistry,” kata Priyo menambahkan.

Namun, dana yang dikeluarkan untuk menjadikan seorang figur publik sebagai duta merek jauh lebih besar ketimbang sekadar menjadi bintang iklan. Nicolas dan Nirina, misalnya. Keduanya mendapatkan satu unit mobil Yaris dan uang ratusan juta. Lebih istimewa lagi, pelat nomor mobil keduanya disesuaikan dengan nama mereka. Yaris hitam milik Nicolas menggunakan pelat nomor N 1 CO, sedangkan Yaris merah milik Nirina berpelat nomor N 1121 NA.

Dengan kontrak besar itu, produsen juga memberikan tanggung jawab khusus kepada para duta mereknya. Baik Nicolas maupun Nirina harus selalu menggunakan Yaris dalam kegiatan mereka selama setahun — kecuali dalam keadaan tidak memungkinkan, mereka boleh menggunakan mobil lain. Mereka juga mesti hadir dalam setiap peluncuran produk Yaris di mana pun, baik secara bersama maupun sendiri-sendiri. “Itulah bedanya sebagai brand ambassador dan bintang iklan. Sebagai brand ambassador, harus lebih aktif mempromosikan produknya,” Nicolas menjelaskan.

Berapa nilai kontraknya? “Itu mah rahasia dapur. Yang pasti, saya mendapat hadiah terbesar dengan diberi satu unit Yaris. Soal nilai uangnya, yang pasti cukup buat jajan, beli bensin, parkir, bayar tol dan jalan-jalan setahun,” ujar Nirina sambil tertawa.

Seberapa efektif cara ini memang belum ada pembuktian yang sahih. Namun, Hendrayadi amat yakin cara ini dapat mengangkat penjualan Yaris. Terbukti, hingga akhir Februari 2006 atau belum genap sebulan sejak peluncurannya, ada 2.300 pelanggan yang inden. Padahal, target penjualan Yaris hanya 1.000-1.500 unit/bulan.

Arikel ini dimuat di Majalah SWA edisi 08/2006, 20 April 2006

2 pemikiran pada “Duta Merek Marak Lagi

  1. pertanyaannya, seberapa efektif sih penggunaan duta/ambasador ini? bukan kah dengan begitu biayanya menjadi double, karena kita harus membayar fee untuk si artis untuk bintang iklan, juga jadi duta…
    marketer sekarang semakin keblinger.

  2. rosaa….menurut aku, sebuah duta ambasador itu mengangkat sebuah citra perusahaan. dan membentuk sebuah kepribadian tersendiri. gimana kita mau mebuat sebuah brand awareness jika sebuah brand tidak mempunyai identitas dan kepribadian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s