Pertaruhan Baru Sun Motor

Sepak terjang Sun Motor tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun memasarkan 12 merek otomotif ternama dari Jepang, Amerika Serikat dan Eropa, telah menjadikannya sebagai salah satu pemain penting di kancah bisnis otomotif nasional.

Bermodal pengalaman tersebut, di awal tahun ini, tepatnya pada 11 Januari 2007, di bawah bendera PT Sentra Kreasi Niaga, Sun Motor mencoba peruntungannya dengan menjadi dealer eksklusif sepeda motor asal Italia, Piaggio. “Kami telah mendapat kepercayaan dari perwakilan Piaggio di Asia Pasifik, A.S. Phoon Ltd. di Singapura untuk memasarkan semua produk completely built-up (CBU) Piaggio (Vespa, Piaggio, Gilera – Red.),” ujar Novardi, Manajer Pemasaran Sun Motor.

piagio.jpeg

Ditahap awal, Sun Motor memasarkan tiga tipe motor produksi Piaggio, yaitu: Vespa LX 150; Vespa Grand Turismo (GT) 200 L; dan Gilera 200 VXR. Soft promotion ketiga jenis CBU Piaggio itu sebenarnya sudah dilakukan saat Jakarta Motor Show 2006, melalui penyebaran brosur. “Saat itu respons pengunjung cukup baik,” kata Novardi.

Sebenarnya, produk Piaggio sudah sejak beberapa tahun lalu dipasarkan di Indonesia. Sebelumnya, pemasaran produk Piaggio dilakukan oleh DanMotor. Hanya saja, produk yang dipasarkan DanMotor adalah Piaggio rakitan lokal, karena status DanMotor adalah sebagai perakit (assembler). Adapun yang dipasarkan Sun Motor saat ini adalah produk yang diimpor jadi dari Italia. Tak heranlah, produk-produk itu dibanderol dengan harga yang relatif tinggi, di kisaran Rp 44-59 juta.

Dengan posisi harga tersebut, sangat wajar Sun Motor membidik konsumen menengah-atas dengan SES B sampai A+. “Target pasar kami eksekutif muda, pengusaha muda atau mereka yang tua tapi berjiwa muda, karena motor ini kan motor historical,” papar Novardi.

Sun Motor sangat serius memasarkan merek terbarunya ini. Ratusan juta rupiah dikucurkan untuk membangun infrastruktur penjualan. “Kami tidak main-main, karena ini untuk jangka panjang. Kami tidak mungkin hengkang di tengah jalan,” Novardi menegaskan.

Langkah Sun Motor ini tergolong berani. Berkaca pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang tahun 2006, sepeda motor merek Piaggio hanya terjual sebanyak 468 unit. Dengan penjualan itu, Piaggio hanya berhasil merebut 0,01% dari total penjualan sepeda motor tahun lalu yang sebanyak 4.470.722 unit. Dan yang patut diingat, sepeda motor Piaggio yang terjual tahun lalu adalah yang dirakit oleh DanMotor yang harganya relatif lebih murah ketimbang yang dipasarkan oleh Sun Motor saat ini.

Menurut Ridwan Gunawan, Ketua AISI, pasar motor di Indonesia masih didominasi oleh motor untuk kebutuhan bekerja, dengan harga berkisar Rp 10-13 juta. “Karena itu, tipe bebek masih dominan,” kata Ridwan. Ia menambahkan, yang banyak dicari di negara berkembang adalah kendaraan transportasi basic untuk bekerja dan transportasi pribadi; sedangkan yang ditawarkan Sun Motor sekarang termasuk tipe “kendaraan rekreasi”. “Itu dua sektor yang sangat berbeda cara dan sistem bisnisnya, meskipun sama-sama disebut motor,” tuturnya.

Ridwan mengatakan, dengan tipe dan juga harga motor yang ditawarkan oleh Sun Motor, maka pasar yang menjadi target akan sangat niche, yaitu segmen menengah-atas atau para pehobi. Segmen ini menurutnya tidak sensitif harga, melainkan lebih sensitif inovasi. “Karena segmen ini sedikit, maka tak cucuk untuk dibuat di dalam negeri secara massal,” ia menerangkan.

Novardi sependapat dengan Ridwan. Ia menyebutkan, Piaggio memang bukan sepeda motor massal. Maka, untuk menunjang konsep eksklusif Piaggio, Sun Motor tidak bermain di komunikasi pemasaran massal. Sangat jarang kita temukan iklan CBU Piaggio di koran, majalah alih-alih di televisi. Langkah awal pemasaran adalah lewat buzz marketing dengan Piaggio Club Indonesia. Sun Motor juga mensponsori touring Piaggio Club Indonesia tahun 2006 dengan mengambil rute Jakarta-Bandung pulang-pergi; dan Maret ini rute Jakarta-Bali pp. “Komunitas ini sangat membantu kami untuk membuat satu gambaran tentang gaya hidup dengan Piaggio,” ucap Novardi.

Selain lewat komunitas, pameran juga digunakan Sun Motor untuk menggaet konsumen. Setiap bulan, Sun Motor menggelar pameran di mal-mal yang disesuaikan dengan target pasar Piaggio, seperti Mal Kelapa Gading, Plaza Senayan, Pondok Indah Mall, dan Supermall Karawaci. Menurut Novardi, target yang diharapkan dari pameran ini adalah untuk menegaskan that Piaggio is back, di samping juga jualan tentunya.

Di samping dua cara tersebut, untuk menggaet pasar, Sun Motor pun mengembangkan jaringan gerainya. Saat ini, Sun Motor telah memiliki 7 gerai: dua di Jakarta, dan selebihnya di Tangerang, Bandung, Yogya, Surabaya dan Denpasar. Rencananya masih akan ditambah dengan mengembangkan channelling dengan gerai atau tempat yang menunjang konsep eksklusivitas Piaggio. “Karena kami ini penjualannya cukup unik, maka pemilihan mitra juga harus sesuai dengan konsep Piaggio. Selain itu, tempat harus memiliki potensi penjualan yang cukup,” Novardi menguraikan. Sekarang Novardi sedang dalam penjajakan dengan dealer mobil mewah CBU di Kelapa Gading, serta dealer Mercedes dan BMW di Ciputat untuk menempatkan Piaggio di gerai mereka. ”Tapi ini belum deal,” kata Novardi. Tidak hanya co-brand dengan mobil, Sun Motor juga berencana menggandeng Centro sebagai channel penjualan di salah satu gerai merek dari Italia. “Kembali lagi ke gaya hidup dari Piaggio yang dari Italia, maka kami juga ingin memperkuat citra dengan channelling di gerai yang menjual produk dari Italia, termasuk tekstil,” Novardi memaparkan.

Untuk lebih meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi pemilik produk-produk Piaggio dalam menggunakan dan merawat kendaraannya, Sun Motor menyediakan pula fasilitas Home Service dan Emergency Assistance 24 Hours. Hal ini diklaim Novardi merupakan terobosan baru yang disediakan bagi pemilik kendaraan roda dua di Indonesia.

Dari berbagai langkah pemasaran yang ditempuh, tampaknya Sun Motor optimistis mencapai target penjualan 800 unit sampai akhir tahun. Novardi menyebutkan, dari 11 Januari sampai sekarang (pertengahan Februari – Red.), telah terjual 100-an unit motor. Di samping itu Novardi optimistis pula, karena profil konsumen Vespa yang loyal dan menganggapnya sebagai barang koleksi. “Konsumen Vespa agak berbeda dari konsumen motor yang lain. Banyak dari mereka yang cuma mengoleksi, tapi jarang dipakai sehari-hari, paling cuma dielus dan dilihatin,” tutur Novardi.

Artikel ini dimua di Majalah SWA Edisi 06/2007, 15 Maret 2007

2 pemikiran pada “Pertaruhan Baru Sun Motor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s