Yes, Man Utd do it again

Wah, bener-bener menegangkan menyaksikan laga final Champions League antara Manchester United vs Chelsea dini hari tadi. Kedua tim tampil terbuka, sehingga serangan mengalir deras ke mulut gawang masing-masing tim. Dibabak pertama, kejelian Sir Alex Fergusson menempatkan Ronaldo di sayap kiri berbuah manis. Fergie yakin bahwa Avram Grant bakal menempatkan Michael Essien di posisi bek kanan, karena itu lah ia menempatkan CR7 di sisi kiri. Walaupun untuk itu, ia “terpaksa” menempatkan Owen Hargreaves sebagai sayap kanan, bukan pada posisi aslinya, gelandang bertahan.



Taktik racikan Fergie berjalan dengan baik. CR7 berulang kali berhasil memperdayai Essien, dan serangan-serangan Man Utd pun lebih banyak dibangun dari sektor kanan pertahanan Chelsea ini. Maklum saja, meski menyandang predikat sebagai pemain serba bisa, posisi ideal Essien adalah sebagai gelandang.Puncaknya, pada menit 26 Ronaldo berhasil membobol gawang Peter Cech setelah berhasil menyambut crossing dari Wes Brown.

Unggul 1-0, Man Utd terus mengurung pertahanan The Blues yang masih sulit mengembangkan permainannya. Beberapa peluang emasberhasil diciptakan setan merah. Sayang, Carlos Tevez dan Michael Carrick belum berhasil menaklukkan Cech yang bermain sangat gemilang.

Menjelang akhir babak pertama, Chelsea berhasil menyamakan kedudukan lewat gol yang sedikit berbau keberuntungan. Tendangan Essien dari luar kotak pinalti diblok oleh kaki Ferdinand, bola yang liar kemudian membentur kaki Evra dan mengalir menuju Lampard. Tanpa kesalahan gelandang timnas Inggris itu berhasil menaklukkan Van der Sar yang sudah kehilangan posisi, 1-1.

Di babak kedua, balik pasukan Roman Emperor yang menguasai pertandingan. The Red Devils malah terkurung dan hanya mengandalkan serangan balik yang dibangun secara sporadis. Ketidak beruntungan Chelsea mulai terlihat. Tendangan Drogba dan Lampard membentur tiang gawang. Kedudukan 1-1 tidak berubah hingga waktu 90 menit berkahir.

Dimasa perpanjangan waktu, kedua tim tetap tampil ngotot. Serangan demi serangan dibangun. Sayang , hingga masa perpanjangan 2×15 menit berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta, sehingga pertandingan pun harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Tevez yang diplot sebagai penendang pertama sukses menjalankan tugasnya. Demikian juga carrick yang menjadi penedang berikutnya. Di kubu Chelsea, Ballack dan Belletti juga dengan sempurna menjalankan tugasnya. Namun, memasuki penendang ketiga, posisi MU sedikit tertekan, CR7 gagal mengeksekusi penalti sedangkan Lampard berhasil membobol gawang Van der Sar. Hargreaves dan Nani berhasil menjaga peluang MU yang seperti berada diujung tandung karena Ashley Cole sukses menjalankan tugasnya walau sempat ditepis oleh Van der Sar. Sampai disitu, Chelsea sepertinya akan meraih gelar liga champions pertamanya. Sayang, tendangan John Terry melenceng ke sebelah kiri gawang Van der Sar.

Kegagalan Terry membuat mental pemain MU kembali bangkit. Pemain muda Anderson yang baru masuk di detik-detik terakhir pertandingan sukses menaklukkan Cech yang kemudian dibalas oleh Solomon Kalou sehingga dibutuhkan penendang berikutnya. MU menunjuk pemain syarat pengalaman, Ryan Giggs. Hasilnya? Gol. MU kembali memimpin. Beban berat kini ada di pundak Anelka yang menjadi algojo selanjutnya bagi Chelsea. Tendangan striker asal Perancis yang mengarah ke sisi kanan Van der Sar berhasil di blok oleh penjaga gawang asal Belanda itu. MU pun kembali berpesta menikmati gelar Champions League ketiganya, atau kedua dimasa kepemimpinan Sir Alex.

Glory..Glory…Glory…United

Satu pemikiran pada “Yes, Man Utd do it again

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s