Murray Yang Belum Dewasa

Postingan telat nih… (abis kena deadline mulu sih)

Gue adalah penikmat tayangan olah raga. Gak cuma sepak bola, hampir semua tayangan olah raga yang ditayangkan di tipi gue tonton. Mau basket kek, biliar kek, golf kek, tennis, bulu tangkis, apalagi bola, kalo pas ada waktu pasti gue tonton. Gak heran kalo ESPN dan StarSport jadi saluran papotit gue. Terakhir gue lagi suka nonton tennis lantai. Apalagi ampir setiap hari ada tayangan pertandingan tennis di channel paporit gue itu.

Secara jujur gue akuin kalo gue fansnya Rogger Federer, petenis asal Swiss yang empat tahun terakhir selalu nongkrong di peringkat 1 dunia (mulai Agustus 08 dan gak jadi nomer satu lagi). Menurut gue permainan RF sangat enak buat di tonton. DIa punya teknik yang sangat lengkap. Semua pukulannya bagus, jadi gak cuma mengandalkan satu atau dua jurus aja. Cuma, karena udah kelamaan jadi nomer satu, gaya main Federer udah kebaca sama lawan-lawannya. Gak heran kalo sepanjang tahun 2008 ini, RF banyak kalah, termasuk dari pemain non unggulan. Udah gitu, umurnya tergolong gak muda lagi buat olah raga ini (padahal baru 26 tahun lho). Maklum, di cabang olah raga ini, pemainnya rata-rata berumur dibawah 25 tahun. Lewat dari itu,masuk kategori uzur.

Minggu lalu, penggemar olah raga tennis baru saja mendapat sajian istimewa, turnamen Tennis Master Cup yang di gelar di Shanghai, China. Ini merupakan turnamen terakhir di tahun 2008 dan hanya diikuti oleh 8 petenis peringkat atas dunia. IDealnya sih peringkat 1 sampe 8, tapi tahun ini si empunya peringkat satu, Raffael Nadal gak bisa ikutan karena lagi cidera.

Seperti yg udah disebutin diatas, permainan RF udah kebaca sama lawan-lawannya. Gak heran kalo RF harus menerima kekalahan di pertandingan perdananya lawan petenis muda Perancis, Giles Simon. Di pertandingan kedua, RF bisa mengatasi perlawanan Radek Sthepanek (menggantikan Andy Roddick yang cidera ditengah turnamen) dan RF pun harus bertarung hidup mati (karena turnamen ini menggunakan sistem round robin) lawan Andy Murray, petenis asal Scotlandia yang lagi naek daun.

Sebenernya, Murray gak ada beban sama sekali ketika masuk ke lapangan utk melawan Federer. Kalah pun gak ngaruh, karena dia udah lolos ke semi final setelah ngalahin Simon dan Roddick. Cuma, si Murray ini keknya mau negbuktiin kalo dia lebih bagus dari RF yg pernah ngalahin dia di final US Open bulan September lalu. Jadi deh pertandingan super ketat antara bintang tennis yg tengah naik daun lawan bintang tennis yg mulai turun performancenya.

Setelah abis-abisan, Murray bisa mengatasi Federer lewat pertandingan 3 set yg memakan waktu hampir 3 jam. Federer pun gagal masuk ke babak semia final dan harus segera ngepak koper.

Nah, disitu lah letak kesalahan Murray. Terlalu emosional. Ngapain juga dia abis-abisan lawan Federer secara dia udah pasti lolos ke semi final. Harusnya pertandingan itu cuma buat pemanasan aja, secara jadwal semi final juga kurang berpihak buat grup ini, karena harus dilakukan esok harinya (pertandingan terakhir grup satunya lagi udah dilakukan sehari sebelumnya, jadi pemain yg lolos dari grup itu punya waktu isitirahat satu hari).

Bener aja, di babak semi final, Murray abis dibantai Nicolay Davydenko, pemain asal Rusia, 2 set langsung. Keliatan bangat kalo si Murray masih kelelahan karena bertanding abis-abisan lawan Federer. Padahal, banyak orang yg ngejaoin si Murray ini bakal jadi juara, karena belakangan penampilannya memang menunjukkan peningkatan yg sangat pesat. Turnamen ini sendiri akhirnya dimenangi Novak Djokovic, pemain asal Serbia, setelah mengandaskan Davydenko di final.

Apa sih inti dari posting ini? Bingung deh gue jadinya…

Lewat cerita diatas, gue cuma mau bilang, untuk memenangi pertandingan (turnamen) atau apa pun, dibutuhkan strategi yg jitu, dan emosi harus bisa dikendalikan. Liat si Murray, apa untungnya dia bisa ngalahin RF kalo bakal jadi bulan2an Davydenko? Padahal, kalo dia ngalah, gue yakin dia bakal menang lawan Davy dan jadi juara, entah itu lawan Djokovic atau RF di final.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s